Senin, 14 April 2014

Kwitansi pengiriman mesin pelet dengan jasa kirim dakota cargo



Kami menggunakan jasa kirim dakota cargo untuk pengiriman mesin pelet yang kami jual.

Jumat, 11 April 2014

Perhitungan komposisi pembuatan pelet sederhana dengan fermentasi Aspergillus niger


Kita sudah mengetahui kemampuan kapang aspergillus niger yang mampu meningkatkan kadar protein bahan baku. Postingan ini akan menjelaskan kembali lebih rinci dengan data protein dan perhitungan untuk mendapat kadar protein tinggi dari pelet yang kita buat.
Dalam pembuatan pelet ikan parameter gizi yang paling diperhatikan yaitu nilai protein. Namun tidak hanya parameter kadar protein yang dilihat, yang lebih penting adalah kandungan asam amino dari bahan dan kemampuan bahan dalam memberikan protein yang mampu diserap oleh ikan. Pembahasan nilai gizi yang lebih dalam dari pelet yang kita buat akan kita bahas selanjutnya. Postingan ini untuk mengetahui dengan perkiraan  nilai kandungan protein dari pelet yang kita buat. 
 Beberapa bahan baku yang sudah banyak diuji cobakan dengan fermentasi Aspergillus niger yaitu :
  1. Onggok / Gaber/ Ampas singkong : Onggok merupakan hasil sampingan dari tepung singkong atau tepung tapioca. Bahan ini awalnya sebagai limbah karena mengandung protein yang rendah dan serat yang terlalu tinggi. Namun sekarang dengan penelitian lebih dalam dan uji coba fermentasi dengan Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 2% menjadi 18%.
  2.  Kopra : merupakan hasil sampingan dari minyak kelapa. Bahan ini memang masuk kategori dari bahan protein namun tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 22,3%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkarkan kadar protein dari 22,3% menjadi 30,3%.
  3.  Bungkil sawit : bahan ini lebih banyak didapatkan dari perkebunan sawit di sumatera atau Kalimantan. Bahan ini sama seperti kopra tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 19,9%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 19,9 menjadi 27,1%.

Saya masih mencari data uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan bahan bekatul, jagung giling, ampas tahu, polar dll. Sehingga akan ada update terkait fermentasi bahan dengan kapang ini.
Sebagai asumsi ditempat saya di cilacap- purwokerto bahan-bahan yang mudah saya dapatkan yaitu tepung ikan, onggok, bekatul, jagung giling, kopra. Tujuan utama dari pelet yang kita buat yaitu pelet mampu mengapung dan memiliki nilai protein tinggi. Sehingga bekatul dan jagung tidak saya masukkan. Bahan perekat sekaligus pengapung saya menggunakan Onggok dengan asumsi sudah difermentasi sehingga kadar proteinnya 18%. Selain itu saya juga menggunakan bahan kopra dengan fermentasi  asumsi 30%. Dan bahan terakhir yaitu tepung ikan dengan asumsi tepung ikan kualitas standar 45% dan bahan protein tinggi (ajitein, proamite, prosin, lysine, metion dll). Perhitungan menggunakan metode bujung sangkar untuk mendapatkan pelet dengan kadar protein 30%.
Asumsi :

  1. Kadar Protein pelet yang diinginkan 30%)
  2. Onggok  kadar protein ( 18%)
  3. Kopra kadar protein (30%)
  4. Tepung Ikan kadar protein (45%)
  5. Bahan Protein tinggi  memiliki kadar protein (55%)
  6. Bahan basal hanya dari onggok sebagai sumber karbohidrat, perekat dan pengapung yaitu 18%.
  7. Bahan protein gabungan dari kopra, tepung ikan dan bahan protein tinggi dengan dosis :

·         Kopra 45%
·         Tepung ikan 45%
·    Protein tinggi 5% ( bahan protein tinggi biasanya diberikan terbatas karena memilki efek kurang baik jika berlebihan)
·         Rata-rata protein bahan baku dari 3 jenis bahan tersebut adalah 38,75%

Perhitungan
  1. Basal : (38.75%-30%) = 8,75 à {(8,75/ 20,75) x 100%} = 42,1%
  2. Protein : (30% -18%) = 12 {(12/20,75) x 100%} = 57,8%
Hasilnya dosis setiap bahan baku jika diramu sebanyak 100 kg adalah :

  1.  Onggok = 42,15 % = 42,15 kg
  2.  Kopra = (0,45 x 57,8) = 26,01 kg
  3.  Tepung Ikan = ( 0,5 x 57,8) = 28,9 kg
  4. Protein tinggi = ( 0,05 x 57,8) = 2,89 kg

Formula ini menghasilkan pelet dengan kadar protein kurang lebih 30% dan mampu mengapung selama 4-6 detik. Menggunakan mesin pelet sederhana.Belum kami ujikan langsung dengan hasil lab uji proksimat namun informasi ini sebagai gambaran untuk membuat pelet sederhana namun tetap berkualitas. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima Kasih

Selasa, 08 April 2014

PELATIHAN PEMBUATAN PELET IKAN DAN TERNAK 13 April 2014 (Rutin setiap minggu Bonus Aspergillus niger)

PELATIHAN PEMBUATAN PELET IKAN DAN TERNAK (Rutin setiap minggu Bonus Azzola dan Aspergillus niger)

Semakin tingginya biaya pakan ikan dan pakan ternak, mendorong petani ikan dan peternak untuk membuat pakan sendiri agar bisa terus menjalankan usaha.
Beberapa petani yang mencoba membuat pakan masih kesulitan tehnik pembuatan pakan menjadi pelet jadi, kami memberikan pelatihan praktek langsung pembuatan pelet sederhana dengan menggunakan gilingan daging dan sudah terpotong.
Pelatihan juga diberikan materi di luar tehnik pembuatan pelet yang mendukung usaha pembuatan pelet berupa penyediaan bahan baku, tips dan trik pembelian bahan baru, menghindari penipuan bahan, legalitas pembelian dan keamanan pembelian bahan baku, pemberian upah kerja dll.
Kami mendukung para petani ikan dan peternak dengan mengadakan pelatihan rutin satu hari pembuatan pelet untuk perikanan dan peternakan baik pelet apung dan tenggelam setiap hari minggu di tempat pelatihan kami Cilacap Jawa Tengah.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan cara

1. Mengirimkan Data diri berupa (Nama, Alamat, No Hp, Email) dikirim ke email : 085647613701
2. Peserta minimal 2 orang dan maksimal 8 orang.
3. Pembayaran dilakukan di lokasi pelatihan.

Materi Pelatihan

1. Pengenalan Bahan baku dan gizi pakan ikan dan ternak.
(materi terkait dengan persyaratan bahan baku pelet, kandungan gizi, bahan-bahan yang disarankan, dll)

2. Menghitung formulasi pelet dengan parameter protein.
(tehnik menghitung komposisi agar didapat kandungan gizi yang tepat dan sesuai keinginan)

3. Pengenalan mesin-mesin produksi pembuatan pelet ikan (Baik apung atau tenggelam) dan pelet ternak.

4. Tehnik produksi pelet ikan hingga menjadi pelet apung dan pelet tenggelam secara sederhana.

5. Penyediaan bahan baku
(Pengenalan bahan tambahan protein tinggi untuk pakan, tips dan trik pembelian bahan baru, menghindari penipuan bahan, legalitas pembelian dan keamaan pembelian bahan baku)

6. Perhitungan biaya dan tenaga kerja
(Perhitungan berdasarkan per kilogram pelet yang dibuat)

7.Praktek langsung pembuatan pelet secara sederhana dari bahan baku awal hingga menjadi pelet dengan hanya menggunakan mesin gilingan daging dan pengukus.

Waktu :
Hari : Minggu
Tanggal : 6 April 2014
Jam : Mulai pukul 09.00-selesai.

Durasi :
Durasi pelatihan kurang lebih 6 jam diikuti oleh diskusi dan praktek pembuatan pelet sederhana menggunakan gilingan daging.

Lokasi :
Jalan Juanda No.24 RT 01 RW 08. Perumahan Gumilir Indah. Cilacap Jawa Tengah.

Investasi Pelatihan
Rp 600.000/Peserta atau transfer.

Pembayaran Investasi Pelatihan dan Informasi :
Bisa dilakukan di lokasi pelatihan atau
Transfer ke BANK MANDIRI CABANG CILACAP
No. Rek : 139 000 412 722 5
A/n : M.YUSUF RANDI

Konfirmasi pembayaran di SMS atau di e-mail ke :
No. Hp. : 085647613701 / cp. YUSUF
e-mail : randifarmpurwokerto@gmail.com

Fasilitas :
a. Modul dan CD Pelatihan
b. Sertifikat
c. Konsumsi Makan Siang dan snack
d. Konsultasi
e. Pakan ikan hasil uji coba.
f. Ruangan pelatihan AC
g. Bonus Aspergillus niger

Terima Kasih

Sabtu, 05 April 2014

Video Pelet Apung dengan bahan onggok Randi Farm

Video ini menampilkan pelet ikan yang dibuat dengan bahan onggok sehingga pelet bisa mengapung. Daya apung masih 6 detik lalu tenggelam.


Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima Kasih

Video Pelet Apung dengan Fermentasi Aspergillus niger (update) Randi Farm

Postingan ini menjawab uji coba postingan kami sebelumnya di Uji coba pelet fermentasi dengan menggunakan ragi Aspergillus niger yang hasilnya belum mengapung. Kami terapkan tehnik yang berbeda dengan tehnik fermentasi sebelumnya dimana tehnik fermentasi terbaru dilakukan hingga pelet kering tanpa penjemuran dan fermentasi dilakukan selama 10-14 hari. Sehingga pelet menjadi ringan dan mengapung seperti video ini :


Semoga informasi ini bisa bermanfaar :-)

Jumat, 04 April 2014

Daftar harga bahan protein dan aspergillus niger






Untuk saat ini kami baru bisa menjual aspergillus niger secara eceran kemasan 100 gram dengan harga Rp 7500 (belum dengan ongkos kirim).

  1. Lysin HCL Rp 52.000/kg minimal pembelian 3 sak (25 kg/sak) gratis ongkos kirim pengiriman daerah jawa.
  2. Metionin Rp124.000/kg minimal pembelian 4 sak ( 25 kg/sak) gratis ongkos kirim pengiriman daerah jawa.
  3. Threonin Rp 74.000/kg minimal pembelian 3 sak ( 25 kg/sak) gratis ongkos kirim pengiriman daerah jawa.
  4. Tryptophan Rp 375.000/kg minimal pembelian 1 sak (10kg/sak)  gratis ongkos kirim pengiriman daerah jawa.
  5. Promate Rp 11.000/kg minimal pembelian  10 sak (25 kg/sak) gratis ongkos kirim pengiriman daerah jawa.
  6. Aspegillus niger 100 gram harga Rp 7500 (belum dengan ongkos kirim)
  7. Ajitein (dalam konfirmasi)
Silahkan hubungi kami melalui sms ke 085647613701 untuk pemesanan.
Terima Kasih

Kreatif meningkatkan kualitas pelet buatan sendiri






Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya setelah kita mampu membuat pelet mengapung selama 6 detik pada postingan Pelet mengapung 6 detik dengan menggunakan 2 bahan yaitu onggok dan tepung ikan.
Lalu apakah dua bahan tersebut tercukup kebutuhan gizinya.inilah permasalahan selanjutnya setelah pelet buatan sendiri bisa mengapung. Gizi atau lebih bisa di kategorikan untuk pelet ikan yaitu kandungan protein. Bahkan lebih dalam lagi yaitu kandungan asam amino. Bagaimana caranya??? kita bahas...

Meningkatkan kualitas Onggok
Onggok atau gaber atau limbah tepung tapioka harga belinya berada di kisaran 3000-3500/kg. Onggok diberikan 50% dalam bahan agar pelet bisa mengapung, tanpa bahan ini pelet akan langsung tenggelam. Cara meningkatkan kualitas onggok dengan fermentasi Aspergillus niger. Sesuai postingan kami tentang Aspergillus niger pada link fermentasi aspergillus niger dan  hasil referensi yang didapat dari penelitian yang dilakukan oleh



D r h . T a r m u d j i M S
Penulis adalah Peneliti pada Balitvet Bogor
Dimuat pada Tabloid Sinar Tani, Juni 2004



Sebelum difermentasi onggok tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu, sampai kadar airnya maksimal 20% dan selanjutnya digiling. Untuk setiap 10 kg bahan baku pakan dibutuhkan 80 gram kapang Aspergillus. niger dan 584,4 gram campuran mineral anorganik.
Sedang untuk preparasinya adalah sebagai berikut: 10 kg onggok kering giling dimasukkan ke dalam baskom besar (ukuran 50 kg). Selanjutnya ditambah 584,4 gram campuran mineral dan diaduk sampai rata. Kemudian ditambah air hangat sebanyak delapan liter, diaduk rata dan dibiarkan selama beberapa menit. Setelah agak dingin ditambahkan 80 gram Aspergillus niger dan diaduk kembali. Setelah rata dipindahkan ke dalam baki plastik dan ditutup. Fermentasi berlangsung selama empat hari. Setelah terbentuk miselium yang terlihat seperti fermentasi tempe, maka onggok terfermentasi dipotongpotong, diremas-remas dan dikeringkan dalam oven pada suhu 60 derajat C dan selanjutnya digiling.
Setelah dianalisa kandungan nutriennya, antara onggok dan onggok terfermentasi berbeda. Yaitu, kandungan protein kasar dan protein sejati, masing-masing meningkat dari 2,2 menjadi 25,6 dan 18,4%. Sedang karbohidratnya menurun dari 51,8 menjadi 36,2%. Hal ini terjadi karena selama fermentasi, kapang A. niger menggunakan zat gizi (terutama karbohidrat) untuk pertumbuhannya. Dan kandungan protein meningkat dari 2,2 menjadi 18,4%, dengan menggunakan urea dan ammonium sulfat sebagai sumber nitrogen.



Kami menjual  Aspergillus niger dengan harga Rp 7500/ 100 gram
hubungi kami 085647613701

Kandungan protein onggok 18,4% dalam 50% bahan baku sudah sangat baik untuk mendekati pelet ikan protein 30%. Bahan selanjutnya yaitu 50% tepung ikan dan bahan tambahan lainnya agar didapat protein mendekati 30% dan lengkap asam amino.

Meningkatkan bahan protein
Postingan kami tentang asam amino pada Parameter asam amino pelet ikan menjelaskan bahwa pelet ikan bukan dilihat dari tingginya protein. Namun kelengkapan asam aminonya. Pada pelet ikan, asam amino yang penting dibutuhkan yaitu Lysin, Metionin dan threonine. Bahan ini sebetulnya kaya pada tepung ikan yang diolah secara benar dan murni. Namun dengan kondisi sekarang tepung ikan banyak dipalsukan, banyak dicampurkan yang menjadikan kandungan asam amino ini semakin berkurang. Sehingga kita perlu menjamin bahwa bahan protein dari pelet yang kita buat bisa memenuhi gizi ikan, oleh karena itu penting kita berikan bahan tambahan asam amino pada pelet yang kita buat.
Beberapa bahan yang saya rekomendasikan untuk dicampurkan dengan tepung ikan yaitu

1. Ajitein bahan produksi dari Ajinomoto ini bisa menjadi alternati tambahan yang dicampur dengan tepung ikan. Dengan kandungan protein lebih dari 55% dosis yang diberikan 5% dari total bahan baku.
2. Promate produksi PT.Cheil Jedang Indonesia
Bahan ini mengandung kadar protein tinggi lebih dari 55% dan diberikan dengan dosis 5% dari total bahan baku.

3. L-Lysin


L-Lysine adalah asam amino esensial yang harus dikonsumsi oleh hewan melalui makanannya dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan kebutuhannya. L-Lysine menjadi asam amino pertama yang jumlahnya terbatas pada ikan, sedangkan pada unggas menjadi asam amino kedua yang jumlahnya terbatas. Asupan melalui makanan mungkin tidak mencukupi, sehingga dibutuhkan tambahan dari luar. L-Lysine HCl Feed Grade diproduksi melalui fermentasi bakteri mikroba dengan bahanbahan baku alami yang dapat membantu meningkatkan kinerja hewan dan efektifitas biaya produksi pakan ternak. Dosis 1-2 kg/ton pakan atau 2 gram/kg pakan.
Fungsi
  1. Sebagai struktur pembangun protein di dalam tubuh
  2. Menyeimbangkan asam amino pada tubuh hewan
  3. Meningkatkan pertumbuhan hewan
  4. Meningkatkan marbling pada daging
  5. Membantu penyerapan kalsium dalam tubuh

4. Metionin
Metionin deskripsi sama seperti lysin adalah asam amino esensial yang harus dikonsumsi oleh hewan melalui makanannya dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan kebutuhannya. Metionin menjadi asam amino pertama yang jumlahnya terbatas pada ikan, sedangkan pada unggas menjadi asam amino kedua yang jumlahnya terbatas. Asupan melalui makanan mungkin tidak mencukupi, sehingga dibutuhkan tambahan dari luar. L-Lysine HCl Feed Grade diproduksi melalui fermentasi bakteri mikroba dengan bahanbahan baku alami yang dapat membantu meningkatkan kinerja hewan dan efektifitas biaya produksi pakan ternak. Dosis 1-2 kg/ton pakan atau 2 gram/kg pakan.

 5. L-Threonine
L-Threonine adalah asam amino esensial yang harus dikonsumsi oleh hewan melalui makanannya dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhannya. Supply melalui makanan saja mungkin tidak mencukupi pada hewan, sehingga dibutuhkan tambahan supply dari luar. L-Threonine merupakan asam amino kedua yang jumlahnya terbatas pada babi, sedangkan pada unggas menjadi asam amino ketiga yang jumlahnya terbatas. Kekurangan L-Threonine dapat mempengaruhi penggunaan L-Lysine sehingga hal ini juga berdampak pada pertumbuhan hewan. L-Threonine yang diproduksi PT. Cheil Jedang Indonesia dihasilkan melalui proses fermentasi. Melalui hal ini, PT. Cheil Jedang Indonesia turut berkontribusi untuk menunjang industry peternakan, dan turut serta dalam konservasi lingkungan melalui pengurangan jumlah ekskresi Nitrogen ke udara. Membantu memelihara keseimbangan protein di dalam tubuh 

Fungsi
  1. Membantu memelihara keseimbangan protein di dalam tubuh
  2. Meningkatkan pertumbuhan hewan
  3. Menyeimbangkan asam amino pada tubuh hewan
  4. Meningkatkan marbling pada daging
  5. Menjaga fungsi usus hewan
  6. Meningkatkan respon imun

6. L-Tryptophan


Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat disintesa oleh tubuh sehingga diperlukan konsumsi dari luar. LTryptophan berperan dalam proses biosintesis protein terutama berkaitan dengan penyusunan massa otot dan stimulasi respon imun. L-Tryptophan dapat meningkatkan sistem imun dengan menjaga keseimbangan protein internal yang menginduksi pertumbuhan normal dan meningkatkan pembentukan a n t i b o d i . Trytophan sebagai prekusor serotine (neurotransmitter) dapat menurunkan agresifitas hewan. Dengan memproduksi L-Tryptophan Penggunaan L-Tryptophan bersama dengan L-Lysine, L-Threonine, dan L-Methionine dapat membantu memenuhi kebutuhan diet baik pada hewan domestik maupun hewan ternak anda.
Fungsi

  1. Mengontrol stres dan tidur
  2. Imunoregulator
  3. Meningkatkan palatabilitas
  4. Meningkatkan bobot badan
  5. Menurunkan FCR (feed convertion ratio)
  6. Mengurangi agresifitas hewan

7. Vitamin
Bahan vitamin mudah dibeli di toko pertanian atau poultry. Vitamin bisa didapat dari premix aquavita keluaran boster atau vitamin untuk ternak atau unggas.

Perhitungan penambahan bahan tambahan protein dan asam amino diatas masih tergolong murah untuk didapat bahan baku yang berkualitas hanya dengan onggok, tepung ikan, tepung protein, bahan asam amino dan vitamin mineral. Akan kami buatkan perhitungan per satuan kilogramnya.

Kami juga menjual ajitein, promate, l-lysin, metionin, threonine, tryptophan pada postingan kami selanjutnya dengan daftar harga dan minimal pembelian silahkan kunjungi link Daftar harga dan minimal pemesanan

Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima Kasih