Minggu, 20 April 2014

Tepung Ikan : Asli atau Campuran???


Tepung ikan menjadi komoditi yang sangat menjanjikan karena bahan baku ini banyak dibutuhkan sebagai salah satu bahan pakan peternakan, perikanan dan bahan makanan. Kebutuhan tepung ikan semakin tinggi setiap tahunnya terlebih lagi petani ikan dan peternakan mulai mencoba untuk membuat pakan sendiri, sehingga komoditi ini semakin diburu.
Sayangnya karena permintaan yang tinggi dan  terbatasnya bahan baku,  tepung ikan mudah sekali dipalsukan atau dicampur. Tidak hanya dari produsen kecil saja, produsen besar dengan skala besarpun juga melakukannya. Sebetulnya pencampuran bisa saja dilakukan  untuk mengurangi biaya produksi. Tetapi perlu persyaratan tersendiri bahan baku tersebut digunakan sebagai campuran yaitu :
1. Bahan masih memiliki nilai protein yang baik. contoh kepala udang atau rajungan
2. Bahan memiliki nilai yang lebih murah dibandingkan tepung ikan dan jumlahnya relatif banyak atau kontinyu.
Beberapa bahan yang sering digunakan untuk mencampur tepung ikan sehingga mengurangi kadar gizi bahan yaitu :
1. Tanah : bahan ini berwarna coklat dan mudah sekali disamarkan dengan tepung asli.


2. Sisik: bahan ini berwarna putih
3. Tepung bulu : Bahan ini berwarna coklat jika sudah di presto atau berwarna putih berbentu serat atau panjang jika belum di presto. Untuk kepentingan ekspor keluar negeri khususnya china dan jepang sangat anti  dengan tepung bulu karena walaupun memberikan  protein tinggi tetapi nilai kecernaannya sangat rendah.

4. Bekatul : Bahan ini berwarna putih kekuningan sebagai campuran.



Serta bahan-bahan lain yang mungkin bisa digunakan sebagai campuran. Namun memiliki nilai protein yang kurang baik. 
Lalu bagaimana  tips untuk mendapatkan tepung yang baik :
1. Tepung ikan yang murni warnanya homogen tidak banyak campuran dengan warna lain artinya jika warna tepung coklat maka semua tepungnya dominan coklat bukan ada warna hitam, warna putih atau bahan lain yang bukan serbuk.
2. Aromanya akan lebih amis atau menyengat tidak banyak kotoran atau bahan lain.
3. Beli ditempat yang memproduksi tepung ikan secara langsung jangan melalui makelar karena kualitasnya akan meragukan, diamati kondisi tempatnya apakah memang memproduksi atau hanya mengambil saja
4. Uji sampel bahan tepung ikan secara acak ditempat produksi, jangan percaya sampel tepung ikan yang diberikan langsung karena bisa saja yang diambil kualitasnya yg bagus saja, tapi saat dikirim akan jelek kualitasnya.
5. Uji sampel tepung ikan di laboratorium yang bebas, seperti dinas perikanan atau universitas. Uji sampel tepung ikan dari kadar proteinnya dan TVBNnya. TVBN adalah parameter kesegaran tepung ikan. Parameter ini biasa digunakan oleh perusahaan produksi pelet karena merupakan faktor penting setelah protein sebagai syarat bahan baku yang baik.
6. Jangan membeli tepung ikan asin karena hampir 80% bahannya terdiri atas garam bukan protein tepung ikan. Tepung ikan ini bisa saja dibuat tawar dengan melalui proses perendaman dan perebusan namun hasil akhirnya akan menyusut sampai 80%.
7.Pembeli hendaknya membuat surat perjanjian kepada penjual terkait jaminan kualitas bahan yang dibeli, karena bisa saja di awal pembelian tepung ikan diberikan yang kualitasnya baik, tapi selanjutnya tepung ikan diberikan yang campuran atau kualitasnya tidak baik. Saat pembelian dan pengangkutan bahan hendaknya pembeli ikut dalam proses pengangkutan dan packing tepung ikan untuk menjamin kualitas tepung ikan yang dibeli.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk para pelaku usaha perikanan, ternak dan unggas yang membutuhkan tepung ikan sebagai bahan baku pakan. Terima Kasih  












Senin, 14 April 2014

Kwitansi pengiriman mesin pelet dengan jasa kirim dakota cargo



Kami menggunakan jasa kirim dakota cargo untuk pengiriman mesin pelet yang kami jual.

Jumat, 11 April 2014

Perhitungan komposisi pembuatan pelet sederhana dengan fermentasi Aspergillus niger


Kita sudah mengetahui kemampuan kapang aspergillus niger yang mampu meningkatkan kadar protein bahan baku. Postingan ini akan menjelaskan kembali lebih rinci dengan data protein dan perhitungan untuk mendapat kadar protein tinggi dari pelet yang kita buat.
Dalam pembuatan pelet ikan parameter gizi yang paling diperhatikan yaitu nilai protein. Namun tidak hanya parameter kadar protein yang dilihat, yang lebih penting adalah kandungan asam amino dari bahan dan kemampuan bahan dalam memberikan protein yang mampu diserap oleh ikan. Pembahasan nilai gizi yang lebih dalam dari pelet yang kita buat akan kita bahas selanjutnya. Postingan ini untuk mengetahui dengan perkiraan  nilai kandungan protein dari pelet yang kita buat. 
 Beberapa bahan baku yang sudah banyak diuji cobakan dengan fermentasi Aspergillus niger yaitu :
  1. Onggok / Gaber/ Ampas singkong : Onggok merupakan hasil sampingan dari tepung singkong atau tepung tapioca. Bahan ini awalnya sebagai limbah karena mengandung protein yang rendah dan serat yang terlalu tinggi. Namun sekarang dengan penelitian lebih dalam dan uji coba fermentasi dengan Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 2% menjadi 18%.
  2.  Kopra : merupakan hasil sampingan dari minyak kelapa. Bahan ini memang masuk kategori dari bahan protein namun tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 22,3%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkarkan kadar protein dari 22,3% menjadi 30,3%.
  3.  Bungkil sawit : bahan ini lebih banyak didapatkan dari perkebunan sawit di sumatera atau Kalimantan. Bahan ini sama seperti kopra tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 19,9%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 19,9 menjadi 27,1%.

Saya masih mencari data uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan bahan bekatul, jagung giling, ampas tahu, polar dll. Sehingga akan ada update terkait fermentasi bahan dengan kapang ini.
Sebagai asumsi ditempat saya di cilacap- purwokerto bahan-bahan yang mudah saya dapatkan yaitu tepung ikan, onggok, bekatul, jagung giling, kopra. Tujuan utama dari pelet yang kita buat yaitu pelet mampu mengapung dan memiliki nilai protein tinggi. Sehingga bekatul dan jagung tidak saya masukkan. Bahan perekat sekaligus pengapung saya menggunakan Onggok dengan asumsi sudah difermentasi sehingga kadar proteinnya 18%. Selain itu saya juga menggunakan bahan kopra dengan fermentasi  asumsi 30%. Dan bahan terakhir yaitu tepung ikan dengan asumsi tepung ikan kualitas standar 45% dan bahan protein tinggi (ajitein, proamite, prosin, lysine, metion dll). Perhitungan menggunakan metode bujung sangkar untuk mendapatkan pelet dengan kadar protein 30%.
Asumsi :

  1. Kadar Protein pelet yang diinginkan 30%)
  2. Onggok  kadar protein ( 18%)
  3. Kopra kadar protein (30%)
  4. Tepung Ikan kadar protein (45%)
  5. Bahan Protein tinggi  memiliki kadar protein (55%)
  6. Bahan basal hanya dari onggok sebagai sumber karbohidrat, perekat dan pengapung yaitu 18%.
  7. Bahan protein gabungan dari kopra, tepung ikan dan bahan protein tinggi dengan dosis :

·         Kopra 45%
·         Tepung ikan 45%
·    Protein tinggi 5% ( bahan protein tinggi biasanya diberikan terbatas karena memilki efek kurang baik jika berlebihan)
·         Rata-rata protein bahan baku dari 3 jenis bahan tersebut adalah 38,75%

Perhitungan
  1. Basal : (38.75%-30%) = 8,75 à {(8,75/ 20,75) x 100%} = 42,1%
  2. Protein : (30% -18%) = 12 {(12/20,75) x 100%} = 57,8%
Hasilnya dosis setiap bahan baku jika diramu sebanyak 100 kg adalah :

  1.  Onggok = 42,15 % = 42,15 kg
  2.  Kopra = (0,45 x 57,8) = 26,01 kg
  3.  Tepung Ikan = ( 0,5 x 57,8) = 28,9 kg
  4. Protein tinggi = ( 0,05 x 57,8) = 2,89 kg

Formula ini menghasilkan pelet dengan kadar protein kurang lebih 30% dan mampu mengapung selama 4-6 detik. Menggunakan mesin pelet sederhana.Belum kami ujikan langsung dengan hasil lab uji proksimat namun informasi ini sebagai gambaran untuk membuat pelet sederhana namun tetap berkualitas. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima Kasih

Selasa, 08 April 2014

PELATIHAN PEMBUATAN PELET IKAN DAN TERNAK 13 April 2014 (Rutin setiap minggu Bonus Aspergillus niger)

PELATIHAN PEMBUATAN PELET IKAN DAN TERNAK (Rutin setiap minggu Bonus Azzola dan Aspergillus niger)

Semakin tingginya biaya pakan ikan dan pakan ternak, mendorong petani ikan dan peternak untuk membuat pakan sendiri agar bisa terus menjalankan usaha.
Beberapa petani yang mencoba membuat pakan masih kesulitan tehnik pembuatan pakan menjadi pelet jadi, kami memberikan pelatihan praktek langsung pembuatan pelet sederhana dengan menggunakan gilingan daging dan sudah terpotong.
Pelatihan juga diberikan materi di luar tehnik pembuatan pelet yang mendukung usaha pembuatan pelet berupa penyediaan bahan baku, tips dan trik pembelian bahan baru, menghindari penipuan bahan, legalitas pembelian dan keamanan pembelian bahan baku, pemberian upah kerja dll.
Kami mendukung para petani ikan dan peternak dengan mengadakan pelatihan rutin satu hari pembuatan pelet untuk perikanan dan peternakan baik pelet apung dan tenggelam setiap hari minggu di tempat pelatihan kami Cilacap Jawa Tengah.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan cara

1. Mengirimkan Data diri berupa (Nama, Alamat, No Hp, Email) dikirim ke email : 085647613701
2. Peserta minimal 2 orang dan maksimal 8 orang.
3. Pembayaran dilakukan di lokasi pelatihan.

Materi Pelatihan

1. Pengenalan Bahan baku dan gizi pakan ikan dan ternak.
(materi terkait dengan persyaratan bahan baku pelet, kandungan gizi, bahan-bahan yang disarankan, dll)

2. Menghitung formulasi pelet dengan parameter protein.
(tehnik menghitung komposisi agar didapat kandungan gizi yang tepat dan sesuai keinginan)

3. Pengenalan mesin-mesin produksi pembuatan pelet ikan (Baik apung atau tenggelam) dan pelet ternak.

4. Tehnik produksi pelet ikan hingga menjadi pelet apung dan pelet tenggelam secara sederhana.

5. Penyediaan bahan baku
(Pengenalan bahan tambahan protein tinggi untuk pakan, tips dan trik pembelian bahan baru, menghindari penipuan bahan, legalitas pembelian dan keamaan pembelian bahan baku)

6. Perhitungan biaya dan tenaga kerja
(Perhitungan berdasarkan per kilogram pelet yang dibuat)

7.Praktek langsung pembuatan pelet secara sederhana dari bahan baku awal hingga menjadi pelet dengan hanya menggunakan mesin gilingan daging dan pengukus.

Waktu :
Hari : Minggu
Tanggal : 6 April 2014
Jam : Mulai pukul 09.00-selesai.

Durasi :
Durasi pelatihan kurang lebih 6 jam diikuti oleh diskusi dan praktek pembuatan pelet sederhana menggunakan gilingan daging.

Lokasi :
Jalan Juanda No.24 RT 01 RW 08. Perumahan Gumilir Indah. Cilacap Jawa Tengah.

Investasi Pelatihan
Rp 600.000/Peserta atau transfer.

Pembayaran Investasi Pelatihan dan Informasi :
Bisa dilakukan di lokasi pelatihan atau
Transfer ke BANK MANDIRI CABANG CILACAP
No. Rek : 139 000 412 722 5
A/n : M.YUSUF RANDI

Konfirmasi pembayaran di SMS atau di e-mail ke :
No. Hp. : 085647613701 / cp. YUSUF
e-mail : randifarmpurwokerto@gmail.com

Fasilitas :
a. Modul dan CD Pelatihan
b. Sertifikat
c. Konsumsi Makan Siang dan snack
d. Konsultasi
e. Pakan ikan hasil uji coba.
f. Ruangan pelatihan AC
g. Bonus Aspergillus niger

Terima Kasih