Kamis, 18 Desember 2014

Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Solikin Cirebon


Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Solikin Cirebon

Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Michael Bandung


Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Michael Bandung

Rabu, 03 Desember 2014

Video uji coba pembakaran bio gas dari instalasi biogas sederhana randi farm.







Uji coba saya dalam membuat bio gas sederhana dengan menggunakan galon air minum dan ban dalam motor sebagai penampung gas. Bahan yang digunakan yaitu campuran kotoran kelinci, ayam, dan sisa pakan. Dalam video ini saya mencoba menyalakan api menggunakan gas pembakaran dari bio gas. Walaupun hasilnya masih sedikit tapi sudah mampu menyalakan api. Dengan teknologi  menggunakan alat sederhana ini diharapkan bisa di perbesar lagi menggunakan instalasi lain, bisa berupa drum untuk meningkatkan volume gas. Dimulai dari yang sederhana, paham prinsipnya dan tingkatkan dengan tepat. Terima kasih.

Kamis, 27 November 2014

Pengiriman mesin cetak pelet Bapak M Dadan Bandung.


Pengiriman mesin cetak pelet Bapak M Dadan Bandung.
Terima Kasih

Rabu, 26 November 2014

Budidaya ikan lele dengan kolam drum alternatif ala Randi Farm (sederhana, pengurasan air kolam cepat, ikan sehat, pakan murah, tanpa obat,hormon dan probiotik)


Budidaya ikan lele yang intensif namun tetap sederhana menjadi acuan para pembudidaya lele baik pemula ataupun yang sudah berkecimpung lama. Harga ikan lele yang semakin meningkat dikarenakan stok ikan lele yang masih belum terpenuhi pasar menjadi peluang tersendiri budidaya ikan lele. Dewasa ini stok ikan lele semakin terbatas dikarenakan harga pakan yang melambung tinggi namun tidak diimbangi harga penjualan yang baik ditingkat petani. Peluang ini masih terbuka lebar bagi para petani yang ingin membudidaya ikan lele.
Setelah kami melakukan uji coba pembuatan pelet agar bisa mengapung. Kami melakukan uji coba tehnik budidaya ikan intensif dengan memanfaatkan drum sebagai kolam. Ada beberapa pertimbangan yang kami lakukan dalam uji coba ini yaitu.
  1. Kolam bundar. Kolam bundar sudah menjadi tehnik budidaya ikan yang sudah terbukti lebih baik dibandingkan kolam bentuk lain. Kolam bundar tanpa sudut sehingga membentuk aliran air yang memutar, keunggulannya dari uji coba kami yaitu kolam bundar mengumpulkan kotoran dan sisa pakan ikan sehingga berada ditengah. Hal ini tidak terjadi di kolam segi empat. Dengan membuat pengeluaran ditengah memudahkan proses pengurasan air kolam.

  2. Air bersih jauh lebih baik dibandingkan air lama yang diberi banyak perlakuan. Kami lebih mengutamakan pergantian air yang baru dibandingkan dengan perlakuan air yang sering menyebabkan ketidak stabilan kondisi air. Air bersih lebih banyak mengandung oksigen yang diperlukan oleh ikan sehingga ikan lele tidak cepat stress. Air bersih mengurangi penyebaran penyakit oleh ikan lele. Sudah kami buktikan ikan lele yang terserang jamur tidak menular kepada ikan lain. Dan jika memang ikan yang sakit mati, tidak menularkan penyakit ke ikan lain. 

  3. Pakan yang murah namun berprotein tinggi. Kami mencoba sesederhana mungkin dengan membuat pakan hanya dari ikan rucah segar yang digiling, lalu dicampur aci kemudian direbus. Sehingga pakan ikan yang digunakan dalam bentuk pasta yang kami padatkan dan tenggelam. Ikan lele makan dengan lahap walau dalam kondisi tenggelam, perut ikan gendut dan ikan lincah. 
  4. Oksigen tinggi didalam kolam. Dengan seringnya pergantian air maka kandungan oksigen didalam kolam tinggi, sehingga ikan akan jauh lebih sehat, tidak cepat stress. Kami juga menambahkan aerator sederhana didalam kolam.
Pembuatan kolam
  1. Kami membuat kolam drum biru dari drum bekas dengan volume 220 liter. Kami potong menjadi dua sehingga bisa dijadikan dua kolam. Kolam drum lebih simpel karena bisa dipindah-pindah dan ringan.
  2. Pengeluaran kami buat ditengah dengan ukuran pipa pengaluaran 2 inci. Tujuannya agar air yang keluar bisa lebih cepat. Pembuangan ditengah agar menampung kotoran dan sisa pakan sehingga saat pengeluaran akan langsung terbuang. 
  3. Ketinggian air sekitar 40 cm dan diatas drum diberi stremin untuk menghindari ikan lele yang melompat keluar. 
  4. Dengan model kolam seperti ini kami pengeluaran air hanya berlangsung sekitar 1 menit. Sehingga proses penambahan air  hanya 3 menit (kecepatan air keran biasa dan namun tergantung juga kecepatan debit air yang masuk). Jika ditambah dengan pengeluaran air total pengurasan air kolam hingga didapat air baru dan segar hanya 4 menit. 





Pemberian pakan
  1. Pakan yang kami berikan dalam bentuk pasta dan padat. Komposisi hanya daging ikan giling dan aci yang sudah direbus. Sehingga bentuk pasta kenyal didapat. Dengan hanya menggunakan ikan giling serta aci aroma pakan amis dan sangat disukai ikan lele. Perebusan ditujukan untuk menambah aroma pakan dan sterilisasi pakan.
  2. Pakan dalam bentuk pasta memang cepat hancur sehingga saat diberikan kedalam kolam akan menyebabkan  pakan menyebar. Namun kondisi ini sangat menguntungkan untuk waktu makan ikan lele. Kondisi air yang tercampur pakan menyebabkan air kolam sudah mengandung pakan ikan. Ikan lele tinggal membuka mulutnya dan akan makan. Sehingga semua ikan akan memakan tujuannya agar terjadi keseragaman.
  3. Tehnik pemberian pakan. Pakan diberikan kedalam kolam dalam bentuk pasta. Ikan lele akan berebut makan dalam bentuk padatan namun ada juga pakan yang menyebar sehingga kolam akan mengandung pakan. Biarkan selama 1 jam agar semua ikan lele makan sampai kenyang. Setelah satu jam segera mengganti air dengan cara membuang air yang lama dan mengandung sisa pakan dengan air baru yang lebih fresh. Sehingga dengan pergantian air ini, ikan lele makan kenyang dan kondisi air juga segar. 
Video pemberian pakan ikan pasta kolam drum ala randi farm

Video sirkulasi kolam yang cepat dan sederhana

Penampakan ikan lele setelah pemberian pakan dan pergantian air. Ikan lele gemuk, warna cerah, dan sehat.












Dengan metode ini kami memberikan pakan buatan yang murah, tidak harus dalam bentuk pelet mengapung, tanpa perlakuan obat, tanpa perlakuan probiotik lainnya. Hanya beprinsip menstabilkan kandungan oksigen didalam kolam. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. 
Terima kasih

Jumat, 21 November 2014

Membuat pelet ikan mengapung dengan metode fluktuasi suhu.






Pelet ikan yang mengapung sudah menjadi tehnik utama pemberian pakan ikan yang efektif dan effisien. Hampir semua pelet pabrikan sudah menerapkan pelet ikan apung untuk standar pemberian pakan kepada ikan. Sebelumnya saya memberikan informasi membuat pelet ikan menjadi terapung dengan campuran komposisi bahan pengapung seperti onggok, ampas tahu, tongkol jagung.
Setelah penggalian informasi dan uji coba langsung saya berhasil membuat pelet ikan menjadi terapung dengan metode fluktuasi suhu. Sehingga tanpa harus menggunakan bahan-bahan pengapung, pelet yang dibuat tetap bisa mengapung.
Apa itu fluktuasi suhu??
Prinsip awal saya mencoba menggali informasi bahwa syarat suatu bahan bisa mengapung jika berat jenisnya lebih rendah dari berat jenis air yaitu 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. Dalam suatu penelitian pembuatan pelet bebek yang saya baca dengan perlakuan penyimpanan terjadi pengurangan berat jenis dari suatu pelet yang diujicobakan. Pengurangan berat jenis terjadi karena pelepasan uap air dari pelet ke lingkungan ruang penyimpanan. Dalam penelitian tersebut diinfokan bahwa pakan pelet yang mengalami penyimpanan akan dipengaruhi oleh kadar air bahan akibat dari perubahan suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan. Kondisi fluktuasi suhu dan kelembapan akan membantu kelancaran proses penyerapan dan penguapan uap air dari bahan yang disimpan, karena pengecilan ukuran partikel oleh suhu dan kelembapan , akan memperluas permukaan bahan yang disimpan. ( Sumber : Syarif R dan Halid , H. 1993. Teknologi penyimpanan pangan. Kerja sama dengan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. Penerbit Arca. Jakarta).
Sederhana sesuai apa yang saya tangkap adalah perubahan suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan dari panas ke dingin menyebakan terjadi pengurangan berat jenis dari pelet. Berdasarkan dari pemikiran tersebut saya membuat pelet dengan metode fermentasi dan penyimpanan di lemari es.
Langkah- langkah pembuatan

  1. Saya membuat pelet hanya menggunakan dua bahan baku yaitu daging giling dan dedak dengan takaran 1 kg daging giling basah (bukan tepung ikan) dan 2 kg dedak. Takaran ini sudah cukup untuk membuat pelet menjadi keras dan padat tanpa perlu dicampurkan ke dalam air.  Saat pencampuran saya memberikan probiotik New Mapp Agro (probiotik bisa dengan merek lain), tujuannya sebagai agen fermentasi didalam pelet yang dibuat. Fermentasi diperlukan untuk menghasilkan gas dan panas didalam pelet. 

  2. Pelet dicetak dan difermentasi selama dua hari. Selama proses fermentasi akan terjadi panas didalam pelet yang disimpan. Pelet saya simpan didalam ember hitam tertutup namun tetap ada udara masuk. INGAT PELET DICETAK DAHULU BARU DISIMPAN/ DIFERMENTASI (jangan dibalik)

  3. Setelah dua hari di fermentasi dalam keadaan masih hangat saya simpan didalam lemari es selama 1 malam untuk menurunkan suhu didalam pakan yang difermentasi. Dengan adanya perubahan suhu akan menyebabkan berat jenis pelet akan berkurang.
  4. Setelah satu malam dilemari es, pelet saya uji coba dilemparkan kedalam air dan hasilnya pelet mengapung cukup lama sampai 1 menit lebih.





 Video uji coba pelet ikan mengapung dengan metode fluktuasi suhu

Silahkan mencoba dengan tehnik yang sudah saya uji cobakan, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk petani ikan yang mencoba membuat pelet ikan sendiri. 
Terima kasih :-)

Menyusun dan merumuskan pakan dengan Metode Penduga Sederhana (MPS)






Dalam penyusunan ransum dan pakan baik ikan, unggas, ternak perlu perhitungan yang detail terkait tata aturan penyusunan komposisi bahan baku. Sebelumnya saya selalu membuat komposisi pakan menggunakan metode bujung sangkar. Dalam postingan ini saya akan berikan informasi bagaimana cara membuat komposisi pakan dengan metode yang sederhana yang disebut Metode Penduga Sederhana atau biasa disingkat (MPS).
Seperti metode bujung sangkar metode ini memerlukan persyaratan diketahuinya kandungan gizi setiap bahan baku. Cara ini dilakukan dengan mencoba-coba, menambah atau mengurangi pemakaian bahan baku yang digunakan sebelumnya. Langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun komposisi pakan dengan MPS sebagai berikut :

  1. Ketahui dahulu bahan-bahan makanan yang hendak digunakan.
  2. Ketahui kebutuhan gizi dari obyek ternak/ikan/unggas yang akan diberikan.
Contoh perhitungan :
Membuat pakan/ransum ayam kampung dengan protein 20% dan Energi Metabolisme 2850 kkal/kg.
Bahan yang didapatkan didaerah tersebut yaitu Jagung giling, dedak, kopra, tepung ikan.
Jika diketahui :
  • Jagung giling memiliki protein 8,6% dan Energi Metabolisme 3370 kkal.kg.
  • Dedak memiliki protein 12% dan EM 1630 kkal/kg.
  • Kopra memiliki protein 21% dan EM 1540 kkal/kg.
  • Tepung ikan memiliki protein 60% dan EM 3080 kkal/kg. 
Kita mencoba-coba dengan perhitungan dengan membuat sendiri komposisi yang diinginkan sebagai contoh komposisi jagung 50% / dedak 20% / kopra 10% / tepung ikan 20%.
  • Jagung dengan protein 8,6% dikalikan dengan 50% = (8,6 x 0,5 = 4,3%)
  • Dedak dengan protein 12% dikalikan dengan 20% = (12 x 0,2 = 2,4 %)
  • Kopra dengan protein 21 % dikalikan dengan 10% = ( 21 x 0,1 = 2,1 %)
  • Tepung ikan protein 60% dikalikan dengan 20% = ( 60 x 0,2 = 12 %)
  • lalu semua kadar protein dari masing-masing bahan dijumlah kan = (protein jagung 4,3%) + ( protein dedak 2,4%) + (protein kopra 2,1%) + (protein tepung ikan 12%) = (4,3% + 2,4% + 2,1%+ 12%) = 20,8 %
kesimpulannya dengan  komposisi jagung 50% / dedak 20% / kopra 10% / tepung ikan 20% hasil perhitungan didapat kandungan protein 20,8%. Komposisi bisa diubah-ubah hingga mendapatkan kandungan protein yang diinginkan.
Kemudian bagaimana dengan Energi Metabolismenya??? Dengan menggunakan komposisi jagung 50% / dedak 20% / kopra 10% / tepung ikan 20%
  • Jagung dengan EM 3370 dikalikan dengan 50% = ( 3370 x 0,5 = 1685 kkal/kg)
  • Dedak dengan EM 1630 dikalikan dengan 20% = ( 1630 x 0,2 = 326 kkal/kg)
  • Kopra dengan EM 1540 dikalikan dengan 10% = (1540 x 0,1 = 154 kkal/kg)
  •  Tepung ikan dengan EM 3080 dengan 20%  = ( 3080 x 0,2 = 616 kkal/kg)
  • Lalu semua kadar Energi metabolisme dari masing -masing bahan dijumlahkan = ( 1687 + 326 + 154 +616 = 2781 kkal/kg)
Kesimpulannya dengan komposisi jagung 50% / dedak 20% / kopra 10% / tepung ikan 20% hasil perhitungan didapat Energi Metabolisme 2781 kkal/kg. Komposisi bisa dirubah hingga mendapat kandungan Energi Metabolisme yang diinginkan.
MPS ini juga bisa digunakan untuk menghitungan kandungan gizi lain dengan persyaratan telah diketahui kandungan gizi bahan tersebut seperti lemak, karbohidrat, abu, dll.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima kasih :-)