Kamis, 23 Oktober 2014

Membuat instalasi pengeringan bahan baku atau pelet secara sederhana ala Randi Farm


Pembuatan pelet atau pakan baik untuk peternakan atau perikanan. Tidak terlepas dari tingkat daya tahan bahan baku atau keawetannya. Salah satu cara untuk menjaga tingkat keawetan bahan baku atau pelet yaitu dengan pengurangan kadar air. Saat ini untuk proses pengurangan bahan baku secara konvensional masih dengan penjemuran namun memiliki keterbatasan yaitu hanya bisa dilakukan saat cuaca panas dan dilakukan hanya pagi sampai sore hari. Cara kedua dengan menggunakan oven namun membutuhkan biaya yang cukup besar.
Hasil dari pengalaman kami di lapang saat pembuatan pakan ikan dan tepung ikan, kami menggunakan cara yang lebih sederhana dan bisa dilakukan baik siang hari maupun malam hari. Tehnik yang kami gunakan yaitu mengalirkan udara panas melalui bahan baku agar cepat terjadi penguapan dan pengurangan kadar air.  Prinsipnya kami mengalirkan udara panas yang ditembakkan kedalam ruangan.
Langkah yang pertama dilakukan yaitu kami membuat balok dengan batu bata dan semen seperti kita membuat bak kamar mandi. ukuran menyesuaikan bisa panjang 2 meter x lebar 1 meter x tinggi 1,5 meter. Bahan dibuat dengan batu bata, semen dan di plester semen agar tahan lama perlu diingat prinsipnya seperti membuat bak kamar mandi dengan bagian atas terbuka.



Langkah kedua setelah bangunan selesai, buat lubang pada bagian bawah untuk tempat mengalirkan udara panas yang ditembakkan ke dalam ruangan bak pemanas.

Langkah ketiga membuat tempat pemanas bahan, kami menggunakan plat besi lubang seperti gambar dibawah ini  dan kami buat penjepit dari  bahan kayu seperti gambar dibawah ini









Tahap terakhir yaitu pengaliran panas, kami sarankan menggunakan pemanas bertekanan atau bisa dengan kompor gas yang ditembakkan dengan blower. Jika tanpa blower bisa menggunakan kompor tikus seperti gambar dibawah ini.




Tehnik ini dilakukan diruangan tertutup sehingga bisa dilakukan saat malam hari dan tidak terganggu cuaca hujan, tehnik ini bisa digunakan untuk mengerikan pelet ikan, unggas, ternak, atau mengeringkan bahan baku agar lebih kering, lebih awet atau untuk tujuan penepungan. Tehnik ini sederhana, tidak memerlukan biaya besar dan bisa dilakukan siang atau malam hari tanpa tergantung cuaca. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. terima kasih :-)





Senin, 13 Oktober 2014

Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Iwan Wonosobo



Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Iwan Wonosobo

Pengiriman mesin cetak pelet Bapak Sutomo Mojokerto



Pengiriman mesin cetak pelet Bapak Sutomo Mojokerto

Jumat, 10 Oktober 2014

Tips dan Trik Membuat Pelet Apung Menggunakan Mesin Cetak Pelet Randi Farm






Postingan ini kami buat untuk para pembudidaya ikan yang mulai mencoba membuat pakan sendiri dan uji coba formulasi pakan. Kami sangat mendukung dan mendorong para pembudidaya ikan untuk bisa mandiri membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di sekitar.

Semakin tingginya biaya operasional pakan dengan tidak diimbangi dengan harga jual di pasar menjadikan usaha perikanan semakin kecil keuntungannya. Namun para petani mulai mencoba alternatif dengan membuat pakan ikan sendiri agar keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Bagi para petani ikan yang mulai membuat pakan kami berikan langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam membuat pakan ikan. 

  1. Survey bahan baku disekitar lokasi. Membuat pelet sendiri artinya anda harus mandiri dalam penyediaan bahan baku pelet. Bahan baku harus selalu kontinyu dan berlanjut. Hindari bahan baku yang tersedia hanya musiman. Survey bahan baku bertujuan untuk mengetahui bahan baku yg bisa digunakan dan harga per kg nya. Tujuannya anda bisa menghitung biaya operasional per kg pembuatan pelet. 
  2. Membuat formulasi pelet sendiri. Setelah anda melakukan survey bahan baku, bagi bahan baku menjadi dua bagian yaitu bahan baku protein (bahan baku yg kadar proteinnya diatas 20%) dan bahan baku basal (bahan baku yang kadar proteinnya dibawah 20%). Kemudian buatlah formulasi sendiri sebagai contoh : bahan protein 60% dan bahan basal 40% atau 70% bahan protein dan 30% bahan basal.Buatlah beberapa sampel dengan beberapa formula sebagai uji coba.
  3. Uji coba pelet sendiri ke ikan. Setelah anda membuat beberapa formula pelet yang sudah dibuat langkah selanjutnya yaitu uji coba ke ikan. Uji coba harus dilakukan untuk mengetahui apakah pelet yang dibuat termakan sempurna oleh ikan atau tidak. Jika memang termakan apakah pelet yang kita buat mampu memperbesar ikan atau tidak. Jika pelet yg anda buat termakan sempurna dan terjadi pertambahan bobot pada ikan. SELAMAT ANDA BERHASIL...tehnik yang paling sederhana menguji pelet kita yaitu dengan uji pembesaran di kolam aquarium. Awalnya ambil sampel 1 kg ikan benih ikan lele lalu masukkan kedalam aquarium. Lalu selama 1-2 minggu pelihara dengan memberi pelet yang kita buat. Jangan lupa catat berapa banyak pelet yang sudah diberikan ke dalam aquarium Kemudian setelah 1-2 minggu timbang untuk didapat selisihnya. Sebagai contoh : bobot awal tebar bibit 1 kg, setelah satu minggu kita timbang didapat bobot 1,5 kg. pelet yang sudah diberikan sebanyak 0,5 kg..sehingga dalam 1 minggu terjadi kenaikan bobot 0,5 kg dengan pelet yang diberikan sebanyak 0,5 kg. Jika uji coba dalam aquarium berhasil, bisa dilanjutkan dengan uji coba kolam luar dengan menggunakan beberapa kolam dulu, jangan semua kolam. Tujuannya untuk didapat hasil yang betul-betul pasti dari pelet dan jika memang ada kekurangan bisa diperbaiki dengan tidak terlalu banyak menghabiskan biaya. (KAMI SARANKAN MULAI UJI COBA DENGAN KOLAM KECIL DAHULU).
Tips dari kami dalam pembuatan pelet dengan menggunakan mesin cetak pelet kami.
  1. Perbanyak bahan baku sumber protein hewani. Tepung ikan sumber bahan protein hewani yang baik untuk ikan. Pencernaan ikan dirancang untuk menyerap protein lebih tinggi .Kami sarankan menggunakan tepung ikan dengan kualitas yang baik, tepung ikan tawar dan tanpa campuran. Tepung ikan termasuk bahan baku yang bisa kontinyu berlanjut dan bisa didapatkan di sekitar. Jika memang harus dikirim dari jauh pastikan uji coba pelet ikan berhasil menggunakan tepung ikan dengan skala kecil. Bahkan jika memang bisa mendapatkan tepung ikan dengan kadar protein 38-40% dengan formulasi bahan pengapung dan perekat aci sudah cukup untuk bisa membuat pelet ikan. Tepung ikan yang baik komposisinya sudah lengkap untuk pelet ikan, hanya perlu bahan tambahan lain agar mengapung dan merekat untuk pelet ikan.
  2. Semua bahan baku dalam bentuk tepung dan perlu perekat (bahan perekat : aci, tepung terigu, tepung singkong, tepung sagu). Semua bahan baku yang kita dapatkan dalam bentuk tepung tujuannya selain bisa disimpan dalam waktu lama, bahan tepung lebih mudah terserap oleh pencernaan ikan. Dalam pembuatan pelet juga menghendaki bahan tepung agar perekatan aci dan pengapungan bisa terjadi. 
  3. Bahan baku di fermentasi. Fermentasi selain berfungsi memecah molekul besar menjadi molekul kecil di bahan baku juga berfungsi menambah aroma pada bahan baku. Fermentasi juga meningkatkan proses penyerapan pelet pada pencernaan ikan.
  4. Pengaturan Pemberian air saat pencampuran yang pas. Mesin cetak pelet kami menggunakan gilingan daging sebagai pencetaknya. Mesin ini menghendaki bahan yang agak licin agar proses jalannya pelet tidak seret. JIKA TERLALU SEDIKIT DALAM PEMBERIAN AIR MAKA PELET YANG KELUAR AKAN LAMBAT, SERET  DAN TIDAK KELUAR PELETNYA. KEMUDIAN MESIN MATI AKIBAT TENAGA YANG MELEBIHI KAPASITAS. NAMUN JIKA PEMBERIAN AIR SAAT PENCAMPURAN BAHAN BAKU BERLEBIHAN PELET YANG TERCETAK AKAN SEPERTI GETUK, LENGKET, DAN MENGGUMPAL. 
  5. Pengukusan bahan pelet yang siap cetak. Setelah formulasi dan pencampuran dengan pemberian air dilakukan, perlu dilakukan pengukusan dalam waktu yang singkat saja sekitar 30 detik. Pengukusan dilakukan bertahap sedikit demi sedikit, jika terlalu lama di kukus akan menambah kadar air di bahan. Pengukusan dilakukan untuk mendapatkan panas yang cukup agar bahan perekat yang terkandung didalam pelet mencair dan menjadi lem, sehingga akan merekatkan pelet yang dibuat. 
Tips sederhana mencetak pelet yang lebih kecil atau pemotongan yang lebih kecil dan lebih rapi.

Menggunakan pisau pemotong. 
 
 
 
Menggunakan gerakan tangan memutar

 
Menggunakan gerakan tangan memutar dengan  tampah jaring. Tehnik ini pengembangan dari tehnik selanjutnya diatas. Caranya setelah pelet tercetak seperti metode pisau pemotong atau metode gerakan tangan memutar. Gunakan tampah seperti gambar dibawah ini
 



Kemudian dengan gerakan tangan memutar persis seperti metode memotong gerakan tangan pelet diputar-putar diatas tampah seperti gambar bawah.. 



Hasil yang didapat yaitu pelet besar yang berada diatas tampah dan pelet kecil yang berada dibawah tampah. pelet kecil ini bisa digunakan untuk bibit lele yang lebih kecil lagi.






Semoha informasi ini bisa bermanfaat buat petani ikan yang mencoba membuat peley ikan sendiri. 
Terima Kasih :-)

Rabu, 08 Oktober 2014

Pakan alternatif sidat murah berkualitas






Beberapa waktu lalu saya mencoba untuk bertemu  pengepul dan juga sudah mulai melakukan pembesaran ikan sidat di daerah cilacap. Saya mencoba mencari ilmu tehnik pembesaran ikan sidat yang sebetulnya sangat sederhana. Bahkan menjadi peluang selanjutnya karena pakan yang digunakan untuk pembesaran sidat hanya berupa pasta, beda halnya dengan pakan ikan yang harus dalam bentuk pelet kering dan mengapung. Hasil pertemuan dengan beberapa pembesar ikan sidat didapat kesimpulan bahwan pakan yang digunakan dalam sidat sangat mahal dan menjadi kendala selanjutnya bagi pembesar ikan sidat. Walaupun harga jual yang tinggi namun pakan yang mahal menjadi kendala selanjutnya untuk para pelaku pembesaran ikan sidat. Harga yang tinggi dikarenakan pelet yang digunakan menggunakan pelet dengan kandungan protein sampai diatas 45% lebih dengan harga kisaran Rp 25.000/kg. Hal ini berbeda dengan pakan ikan lele yang dengan protein 30-33% yang harganya Rp 8000-9000/kg. 
Melihat kondisi ini saya mencoba mencari alternatif lain yang bisa saya gunakan dan akan saya uji coba ke sidat yang saya pelihara. Saya mencoba membuat pakan sidat dengan menggiling ikan laut basah dan hasilnya saya mendapatkan pakan yang sudah berbentuk pasta tanpa campuran air. Sehingga bisa diartikan cairan yang ada didalam gilingan daging ikan ini betul-betul ekstrak asam amino ikan laut yang tidak hilang terbuang jika dibandingkan dengan proses pembuatan tepung ikan. 










Bagaimana dengan penyimpanan ??? melihat kondisi dimana bahan termasuk segar dan mudah busuk saya memilih menggunakan kulkas atau frezer untuk menyimpan pakan sidat saya. Kita memerlukan modal tambahan berupa kulkas untuk bisa menyimpan pakan sidat dalam bentuk segar. Bagi saya kulkas membantu untuk bisa menyimpan pakan dengan lama tapi kita bisa mendapatkan pakan sidat yang selalu segar, murah tapi tetap berkualitas. 
Bagaimana tehnik pemberian pakannya??
Melihat bentuk pasta ikan giling mudah hancur di air dan melihat sifat ikan sidat mampu mencari makan keatas atau berada di luar air (hal ini berbeda dengan ikan). Jika saya memberikan pakan yang dimasukkan ke air otomatis daging giling akan buyar dan air akan kotor sehingga saya membuat tempat pakan sendiri diatas permukaan air menggunakan batu datar. Daging giling saya taruh diatasnya sehingga sidat bisa memakan pakan yang kita buat dan air kolam tidak kotor. 




Bagaimana dengan tulang??Hasil pemantauan saya dilapang tulang tidak termakan, sidat mampu membedakan daging yang benar2 halus dengan tulang yang tidak bisa dimakan.Sehingga sisa pakan banyak berupa tulang-tulang. Dan alhamdulillah hingga hari ini pakan dari gilingan daging termakan sempurna oleh sidat dan air kolam tidak kotor. Untuk temen-temen pembudidaya sidat yang ingin mencoba silahkan membuat ikan laut rucah giling untuk dijadikan pakan alternatif. Kami juga menjual ikan giling dengan harga Rp 7000/kg. hubungi kami di 085647613701 (yusuf) :-). Bagi teman-teman di sekitar cilacap yang ingin melihat uji coba saya silahkan datang ke jl.ir.h.juanda no.24 perumahan gumilir indah. pempek bu ishak. cilacap.jawa tengah. terima kasih.


Senin, 29 September 2014

Pengiriman Mesin Pencetak Pelet Bapak Irwansyah Bandung



Pengiriman Mesin Pencetak Pelet Bapak Irwansyah Bandung
Paket tanpa mesin penggerak, mesin penggerak menyusul.

Rabu, 24 September 2014

Budidaya sidat kolam drum randi farm






Sidat sudah menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan di dunia perikanan di indonesia. Harga jual yang cukup tinggi mencapai Rp 130.000-160.000/ kg menjadikan komoditi ini semakin banyak yang mengusahakan. Kestabilan harga jual dikarenakan sampai saat ini belum ada teknologi pemijahan sidat yang bisa dilakukan, sehingga bibit diambil langsung dari alam dan menjaga harga jual tetap tinggi. Kasus meledaknya reaktor fukushima di jepang yang mencemari lautan jepang, menjadikan jepang mencari sidat sampai ke indonesia. Wilayah indonesia yang kepulauan, banyak lautan dan muara sungai, menjadikan indonesia menjadi tempat yang potensial dalam menghasilkan ikan sidat. 
Kami sedang mencoba membesarkan ikan sidat di cilacap dengan teknologi kolam drum dengan saluran pengeluaran tengah. Pakan ikan sidat yang berbentuk pasta dan protein tinggi kami buat sendiri dengan menggiling daging ikan rucah segar sehingga pakan sidat 100% murni ikan rucah tanpa campuran. Kami juga menjual ikan giling asli dengan harga Rp 7000/kg.


Kolam kami buat dengan drum biru plastik yang kami potong dari drum ukuran 220 liter. Kolam berbentuk bundar sesuai dengan model perikanan intensif. Pengeluaran kami buat tepat ditengah agar kotoran dan sisa pakan mudah terbuang, dan proses pergantian air lebih mudah. Ikan sidat menghendaki lingkungan air yang bersih dan tinggi akan oksigen, sehingga kamu berikan aerator didalam kolam dan pancuran pompa air. Ketinggian air kami berikan 25 cm.









Ikan sidat suka berlindung dan tidak menyukai paparan sinar matahari secara langsung, sehingga kami berikan potongan pipa paralon untuk tempat sidat berlindung. Sejauh ini kami menebar baru di 30-33 ekor selama 1 minggu ikan sidat sudah mulai memakan pakan pasta yang kami buat. Kematian kami alami baru 3 ekor, ikan sehat tidak menggantung dan tidak stres. 





Akan kami update terus informasi terkait budidaya sidat.
Terima Kasih