Selasa, 28 Oktober 2014

Ternak Kelinci menghasilkan maggot untuk pakan ayam, unggas, ikan dengan cara sederhana ala Randi Farm.


Maggot merupakan larva lalat Hermitia illucens yang kaya akan nutrisi. Dengan kandungan protein mencapai 40%. Pakan alami ini sangat disukai oleh ayam, bebek dan ikan. Uji coba maggot sebagai pakan alternatif sudah banyak dilakukan. Hasil uji coba kami dilapangan kami menghasilkan maggot dari larva lalat black soldier menggunakan limbah dari kotoran kelinci. Kami menggunakan drum biru untuk tempat penyimpanan kotoran, sisa pakan dan urine kelinci. Dalam waktu 1 minggu akan terjadi booming maggot didalam drum yang bisa digunakan sebagai pakan alternatif.




Limbah dari kotoran, sisa pakan dan urien kelinci.
 


Kotoran, sisa pakan, urine dikumpulkan jadi satu didalam drum biru. Ditaruh ditempat yang teduh dan biarkan terbuka. Dalam 1 minggu akan muncul maggot.




Maggot siap panen dalam 1 minggu.
 

Diberikan ke ayam atau ikan sebagai pakan alternatif.

Video pemberian maggot hasil dari limbah kotoran kelinci ke ayam.

Semoga bermanfaat. Terima Kasih.


Ternak kelinci Randi Farm di Cilacap





Saat ini di cilacap kami juga melakukan ternak kelinci untuk kegiatan pembelajaran dan uji coba kami. Ternak kelinci masih skala kecil dengan memiliki 4 indukan,2 remaja dan 12 anakan. Kami belajar ternak kelinci tanpa hijauan artinya kami tidak memberikan kelinci hijauan, kami mandiri membuat pakan sendiri dengan kandungan serat pengganti hijauan untuk kelinci, hanya tambahan wortel seminggu 1-2 kali. Pakan kami racik dan ramu sendiri. Kami melakukan ternak kelinci karena memiliki banyak keuntungan sebagai ternak sumber hewani yang bisa di aplikasikan di sekitar perumahan. Kelebihan dari ternak kelinci adalah

  1. Kelinci tidak mengeluarkan suara, sehingga tidak berisik.
  2. Memiliki kecepatan perkembang biakan tinggi dibandingkan kambing dan sapi.
  3. Pakan kelinci yang relatif murah, untuk membuat pakan kelinci hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 4500/kg dengan kebutuhan pakan 1 ekor kelinci rata-rata 1,5-2 ons. 
  4. Mengajarkan kedisiplinan akan kebersihan, karena kelinci hewan yang bersih. Sehingga menuntut agar kandang pemeliharaan bersih. (aman diterapkan di sekitar rumah)
  5. Bisa dijual dalam bentuk anakan dan daging. Daging kelinci termasuk daging sehat yang rendah lemak, rendah kolesterol namun tinggi protein. (berbeda dengan kambing).
  6. Kotoran bisa digunakan untuk pupuk dan media penghasil maggot untuk pakan ikan dan ayam.
  7. Urine digunakan untuk pestisida wereng pada padi. 
Saat ini kami masih belajar mulai dari tehnik pengawinan indukan, pembesaran anakan, penanggulangan penyakit. Melalukan uji coba lain terkait pembesaran kelinci dan perkembang biakannya.

Kami membuat pakan kelinci sendiri yang kaya akan serat mengurangi hijauan. Kelinci tetap sehat, lincah dan gemuk. 





Indukan dan anak kelinci.

Terima Kasih

Senin, 27 Oktober 2014

Analisa harga tepung ikan murni tanpa campuran.


Postingan ini kami buat untuk memberikan gambaran sebenarnya harga tepung ikan yang berada di lapang agar para pelaku pembuat pakan dan pelet bisa mengetahui dan bisa lebih bijak dalam membeli tepung ikan.

Tepung ikan menjadi komoditas paling menjanjikan dalam pembuatan pakan ternak, pelet ikan, pupuk untuk tanaman, pabrik kerupuk ikan, pabrik terasi dll. Letak indonesia yang memiliki banyak laut sehingga ketersediaan bahan baku ikan bisa berlanjut dan kontinyu dibandingkan bahan protein lainnya. Namun kebutuhan yang tinggi untuk bahan ini, sering disalah gunakan oleh pelaku produsen tepung ikan. Tekstur tepung ikan sering dipalsukan atau dicampur dengan bahan lain sehingga akan mengurangi kemurnian tepung ikan. 
Sebagai informasi untuk mendapatkan tepung ikan murni dengan kualitas baik dimana bahan yang digunakan yaitu kepala dan badan ikan utuh saja dalam bentuk segar tawar harga per kgnya Rp 2000. Contoh bahan baku ikan yang digunakan seperti gambar dibawah ini. 


Sebagai analisanya..1 kg ikan segar dengan harga Rp 2000 jika dijadikan tepung ikan murni akan menjadi 2 ons. Artinya terjadi penyusutan bahan baku berupa air dan ekstrak ikan sebanyak 80%, sehingga biaya bahan bakunya saja dalam 1 kg tepung ikan murni akan menjadi Rp 10.000/kg. Dengan asumsi biaya pembuatan operasional Rp 500/kg, maka harga operasional tepung ikan Rp 10.500/kg dan dijual dengan harga Rp 11.500-12.000/kg dengan perkiraan protein up 55%.
Biaya ini murni jika membuat tepung ikan sendiri tanpa campuran dan harganya tergantung dari bahan baku yang dibeli atau didapat. Sehingga jika ada produsen yang menjual tepung ikan protein tinggi up 55% dengan harga murah, lebih baik di survey lebih detial mulai dari asal bahan bakunya dan jika memang ada campuran ditanyakan menggunakan campuran apa, agar para pelaku pembuat pakan bisa menentukan langkah selanjutnya. 

Untuk tepung ikan kualitas kedua biasanya berasal dari limbah fillet ikan laut dengan harga yang lebih murah tapi tetap murni tepung ikan. Bahan-bahan ini biasanya didapat dengan campuran insang, perut, kepala yang masih dalam bagian-bagian ikan. Contoh gambar limbah ikan sebagai berikut 



Tepung ikan dengan bahan baku ini biasanya memiliki kadar protein dibawah 40% sekitar 37-38% dengan biaya operasional yang lebih murah di Rp 6500-Rp 7000/kg sehingga harga jual antara Rp 7500-Rp 8000/kg.

Warna tepung ikan tergantung dari proses pembuatan tepung ikannya dan bahan baku, warna yang terlalu coklat kebanyakan karena proses pengeringan menggunakan steam dengan temperatur tinggi dan cepat kering. Untuk proses penjemuran matahari biasa warna tepung ikan lebih coklat keputih-putihan.
Untuk limbah fillet dengan kualitas protein 37-38% warna lebih kecoklat-coklatan karena sudah mengalami proses penyimpanan yang lama. Tepung ikan dari jenis fillet ikan laut warna tidak sehomogen ikan tawar utuh.



Hindari tepung ikan asin karena mengandung garam mencapai 80% dari total bahan kering, sehingga perlu dicoba atau dicicipi sedikit tepung ikan yang akan dibeli. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih

Kamis, 23 Oktober 2014

Membuat instalasi pengeringan bahan baku atau pelet secara sederhana ala Randi Farm


Pembuatan pelet atau pakan baik untuk peternakan atau perikanan. Tidak terlepas dari tingkat daya tahan bahan baku atau keawetannya. Salah satu cara untuk menjaga tingkat keawetan bahan baku atau pelet yaitu dengan pengurangan kadar air. Saat ini untuk proses pengurangan bahan baku secara konvensional masih dengan penjemuran namun memiliki keterbatasan yaitu hanya bisa dilakukan saat cuaca panas dan dilakukan hanya pagi sampai sore hari. Cara kedua dengan menggunakan oven namun membutuhkan biaya yang cukup besar.
Hasil dari pengalaman kami di lapang saat pembuatan pakan ikan dan tepung ikan, kami menggunakan cara yang lebih sederhana dan bisa dilakukan baik siang hari maupun malam hari. Tehnik yang kami gunakan yaitu mengalirkan udara panas melalui bahan baku agar cepat terjadi penguapan dan pengurangan kadar air.  Prinsipnya kami mengalirkan udara panas yang ditembakkan kedalam ruangan.
Langkah yang pertama dilakukan yaitu kami membuat balok dengan batu bata dan semen seperti kita membuat bak kamar mandi. ukuran menyesuaikan bisa panjang 2 meter x lebar 1 meter x tinggi 1,5 meter. Bahan dibuat dengan batu bata, semen dan di plester semen agar tahan lama perlu diingat prinsipnya seperti membuat bak kamar mandi dengan bagian atas terbuka.



Langkah kedua setelah bangunan selesai, buat lubang pada bagian bawah untuk tempat mengalirkan udara panas yang ditembakkan ke dalam ruangan bak pemanas.

Langkah ketiga membuat tempat pemanas bahan, kami menggunakan plat besi lubang seperti gambar dibawah ini  dan kami buat penjepit dari  bahan kayu seperti gambar dibawah ini









Tahap terakhir yaitu pengaliran panas, kami sarankan menggunakan pemanas bertekanan atau bisa dengan kompor gas yang ditembakkan dengan blower. Jika tanpa blower bisa menggunakan kompor tikus seperti gambar dibawah ini.




Tehnik ini dilakukan diruangan tertutup sehingga bisa dilakukan saat malam hari dan tidak terganggu cuaca hujan, tehnik ini bisa digunakan untuk mengerikan pelet ikan, unggas, ternak, atau mengeringkan bahan baku agar lebih kering, lebih awet atau untuk tujuan penepungan. Tehnik ini sederhana, tidak memerlukan biaya besar dan bisa dilakukan siang atau malam hari tanpa tergantung cuaca. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. terima kasih :-)





Senin, 13 Oktober 2014

Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Iwan Wonosobo



Pengiriman Mesin Cetak Pelet Bapak Iwan Wonosobo

Pengiriman mesin cetak pelet Bapak Sutomo Mojokerto



Pengiriman mesin cetak pelet Bapak Sutomo Mojokerto

Jumat, 10 Oktober 2014

Tips dan Trik Membuat Pelet Apung Menggunakan Mesin Cetak Pelet Randi Farm






Postingan ini kami buat untuk para pembudidaya ikan yang mulai mencoba membuat pakan sendiri dan uji coba formulasi pakan. Kami sangat mendukung dan mendorong para pembudidaya ikan untuk bisa mandiri membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di sekitar.

Semakin tingginya biaya operasional pakan dengan tidak diimbangi dengan harga jual di pasar menjadikan usaha perikanan semakin kecil keuntungannya. Namun para petani mulai mencoba alternatif dengan membuat pakan ikan sendiri agar keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Bagi para petani ikan yang mulai membuat pakan kami berikan langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam membuat pakan ikan. 

  1. Survey bahan baku disekitar lokasi. Membuat pelet sendiri artinya anda harus mandiri dalam penyediaan bahan baku pelet. Bahan baku harus selalu kontinyu dan berlanjut. Hindari bahan baku yang tersedia hanya musiman. Survey bahan baku bertujuan untuk mengetahui bahan baku yg bisa digunakan dan harga per kg nya. Tujuannya anda bisa menghitung biaya operasional per kg pembuatan pelet. 
  2. Membuat formulasi pelet sendiri. Setelah anda melakukan survey bahan baku, bagi bahan baku menjadi dua bagian yaitu bahan baku protein (bahan baku yg kadar proteinnya diatas 20%) dan bahan baku basal (bahan baku yang kadar proteinnya dibawah 20%). Kemudian buatlah formulasi sendiri sebagai contoh : bahan protein 60% dan bahan basal 40% atau 70% bahan protein dan 30% bahan basal.Buatlah beberapa sampel dengan beberapa formula sebagai uji coba.
  3. Uji coba pelet sendiri ke ikan. Setelah anda membuat beberapa formula pelet yang sudah dibuat langkah selanjutnya yaitu uji coba ke ikan. Uji coba harus dilakukan untuk mengetahui apakah pelet yang dibuat termakan sempurna oleh ikan atau tidak. Jika memang termakan apakah pelet yang kita buat mampu memperbesar ikan atau tidak. Jika pelet yg anda buat termakan sempurna dan terjadi pertambahan bobot pada ikan. SELAMAT ANDA BERHASIL...tehnik yang paling sederhana menguji pelet kita yaitu dengan uji pembesaran di kolam aquarium. Awalnya ambil sampel 1 kg ikan benih ikan lele lalu masukkan kedalam aquarium. Lalu selama 1-2 minggu pelihara dengan memberi pelet yang kita buat. Jangan lupa catat berapa banyak pelet yang sudah diberikan ke dalam aquarium Kemudian setelah 1-2 minggu timbang untuk didapat selisihnya. Sebagai contoh : bobot awal tebar bibit 1 kg, setelah satu minggu kita timbang didapat bobot 1,5 kg. pelet yang sudah diberikan sebanyak 0,5 kg..sehingga dalam 1 minggu terjadi kenaikan bobot 0,5 kg dengan pelet yang diberikan sebanyak 0,5 kg. Jika uji coba dalam aquarium berhasil, bisa dilanjutkan dengan uji coba kolam luar dengan menggunakan beberapa kolam dulu, jangan semua kolam. Tujuannya untuk didapat hasil yang betul-betul pasti dari pelet dan jika memang ada kekurangan bisa diperbaiki dengan tidak terlalu banyak menghabiskan biaya. (KAMI SARANKAN MULAI UJI COBA DENGAN KOLAM KECIL DAHULU).
Tips dari kami dalam pembuatan pelet dengan menggunakan mesin cetak pelet kami.
  1. Perbanyak bahan baku sumber protein hewani. Tepung ikan sumber bahan protein hewani yang baik untuk ikan. Pencernaan ikan dirancang untuk menyerap protein lebih tinggi .Kami sarankan menggunakan tepung ikan dengan kualitas yang baik, tepung ikan tawar dan tanpa campuran. Tepung ikan termasuk bahan baku yang bisa kontinyu berlanjut dan bisa didapatkan di sekitar. Jika memang harus dikirim dari jauh pastikan uji coba pelet ikan berhasil menggunakan tepung ikan dengan skala kecil. Bahkan jika memang bisa mendapatkan tepung ikan dengan kadar protein 38-40% dengan formulasi bahan pengapung dan perekat aci sudah cukup untuk bisa membuat pelet ikan. Tepung ikan yang baik komposisinya sudah lengkap untuk pelet ikan, hanya perlu bahan tambahan lain agar mengapung dan merekat untuk pelet ikan.
  2. Semua bahan baku dalam bentuk tepung dan perlu perekat (bahan perekat : aci, tepung terigu, tepung singkong, tepung sagu). Semua bahan baku yang kita dapatkan dalam bentuk tepung tujuannya selain bisa disimpan dalam waktu lama, bahan tepung lebih mudah terserap oleh pencernaan ikan. Dalam pembuatan pelet juga menghendaki bahan tepung agar perekatan aci dan pengapungan bisa terjadi. 
  3. Bahan baku di fermentasi. Fermentasi selain berfungsi memecah molekul besar menjadi molekul kecil di bahan baku juga berfungsi menambah aroma pada bahan baku. Fermentasi juga meningkatkan proses penyerapan pelet pada pencernaan ikan.
  4. Pengaturan Pemberian air saat pencampuran yang pas. Mesin cetak pelet kami menggunakan gilingan daging sebagai pencetaknya. Mesin ini menghendaki bahan yang agak licin agar proses jalannya pelet tidak seret. JIKA TERLALU SEDIKIT DALAM PEMBERIAN AIR MAKA PELET YANG KELUAR AKAN LAMBAT, SERET  DAN TIDAK KELUAR PELETNYA. KEMUDIAN MESIN MATI AKIBAT TENAGA YANG MELEBIHI KAPASITAS. NAMUN JIKA PEMBERIAN AIR SAAT PENCAMPURAN BAHAN BAKU BERLEBIHAN PELET YANG TERCETAK AKAN SEPERTI GETUK, LENGKET, DAN MENGGUMPAL. 
  5. Pengukusan bahan pelet yang siap cetak. Setelah formulasi dan pencampuran dengan pemberian air dilakukan, perlu dilakukan pengukusan dalam waktu yang singkat saja sekitar 30 detik. Pengukusan dilakukan bertahap sedikit demi sedikit, jika terlalu lama di kukus akan menambah kadar air di bahan. Pengukusan dilakukan untuk mendapatkan panas yang cukup agar bahan perekat yang terkandung didalam pelet mencair dan menjadi lem, sehingga akan merekatkan pelet yang dibuat. 
Tips sederhana mencetak pelet yang lebih kecil atau pemotongan yang lebih kecil dan lebih rapi.

Menggunakan pisau pemotong. 
 
 
 
Menggunakan gerakan tangan memutar

 
Menggunakan gerakan tangan memutar dengan  tampah jaring. Tehnik ini pengembangan dari tehnik selanjutnya diatas. Caranya setelah pelet tercetak seperti metode pisau pemotong atau metode gerakan tangan memutar. Gunakan tampah seperti gambar dibawah ini
 



Kemudian dengan gerakan tangan memutar persis seperti metode memotong gerakan tangan pelet diputar-putar diatas tampah seperti gambar bawah.. 



Hasil yang didapat yaitu pelet besar yang berada diatas tampah dan pelet kecil yang berada dibawah tampah. pelet kecil ini bisa digunakan untuk bibit lele yang lebih kecil lagi.






Semoha informasi ini bisa bermanfaat buat petani ikan yang mencoba membuat peley ikan sendiri. 
Terima Kasih :-)