Selasa, 22 Maret 2011

PEMELIHARAAN IKAN



Sistem akuaponik adalah memelihara ikan dan tanaman secara sinergi dan bersamaan, walaupun tidak pada media pemeliharaan yang sama. Pastinya, tujuan yang ingin dicapai dalam menggunakan sistim akuaponik ini adalah kesuksesan usaha pada kedua bidang tersebut, baik dari pemeliharaan ikannya maupun pemeliharaan tanaman.
Pemeliharaan ikan
Teknik budidaya ikan yang digunakan dalam sistem akuaponik adalah sama dengan teknik yang digunakan untuk budidaya pada kolam dengan sistem biasa. Beberapa hal pentin yang mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan ikan di sistem akuaponik adalah pemberian pakan, pengontrolan kualitas air serta monitoring hama dan penyakit ikan.
  1. Pemberian pakan. Dalam budidaya ikan, pakan memegang porsi pembiayaan yang relatif besar, yaitu sampai mencapai jumlah 60% dari total biaya operasional. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa kesuksesan dalam budidaya sangat tergantung pula pada efisiensi yang bisa diciptakan dari bidang pakan.Setiap ikan membutuhkan pemberian pakan yang berbeda-beda tergantung jenis ikan yang dipelihara. Hendaklah kita haru paham managemen pemberian pakan sesuai dengan ikan yang dibudidaya. Untuk ikan lele pemberian pakan diberikan dengan acuan 5-10% berat biomassa per hari dengan frekuensi pemberian sebanyak 4-5 kali sehari.   
  2.  Kontrol kualitas dan kuantitas air. Untuk menjamin suksesnya budi daya ikan dalam sistem akuaponik adalah kontrol atau monitoring mengenai air, baik kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini dapat dimengerti karena sistem budidaya ini secara terus menerus menggunakan air yang sama dalam kurun waktu yang relatif lama, walaupun air tersebut sudah mengalami filterisasi. Hendaklah untuk air perlu pengurasan air secara berkala setiap 2 minggu sekali.Adapun batas ambang dari masing-masing parameter yang diperbolehkan dalam suatu budi daya adalah sebagai berikut :
  • Suhu (fluktuasi) tidak boleh lebih dari 4 C, suhu dibawah 25 C akan lebih mudah terjadi serangan penyakit oleh bakteri.
  • Ø      DO minimum yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ikan adalah 4 ppm (mg/l)
  • Ø      Amoniak maksimum yang ditolerir pada budidaya ikan adalah lebih kecil dari 0,1 ppm.
  • Ø      pH diharapkan berkisar 6-8, khususnya untuk ikan patin dan nila yang bertahan hidup pada pH yang lebih rendah. 
3. Kontrol hama dan penyakit. Sistem akuaponik merupakan sistem yang tertutup, artinya air yang sama    digunakan dalam jumlah yang relatif sama dalam waktu yang cukup lama. Sehingga kemungkinan terjadi suatu serangan penyakit bisa lebih besar. Monitoring kesehatan ikan secara visual menjadi hal yang penting untuk dapat menengarai dengan cepat sebelum terjadi wabah yang tidak diinginkan. Untuk menghambat pertumbuhan hama diperlukan bakteri EM-4 yaitu bakteri pengurai yang mampu menjaga kestabilan air. Bakteri ini selain sebagai pengurai kotoran ikan dan bahan organik, namun juga bisa menghilangkan bibit penyakit.

0 komentar:

Posting Komentar