Kamis, 17 Maret 2011

Persiapan budi daya akuaponik (perikanan)

Persiapan-persiapan dalam budidaya hendaknya mengacu pada standar prosedur yang baik. Dengan dimikian, proses budidaya dapat dilaksanakan di lapangan dengan baik terlebih lagi jika ditambahkan dengan hasil pengalaman yang telah didapatkan pada pelaksanaan kegiatan dari periode sebelumnya, termasuk kajian-kajian ilmiah dari para pelaku terkait. Adapun yang termasuk dalam persiapan budidaya yang baik adalah persiapan kolam/ bak pemeliharaan, pemilihan ukuran benih dan padat tebar, serta kegiatan dalam rangka penyiapan media tanaman dan benih tanaman.
Persiapan Kolam/Bak Pemeliharaan
Persiapan kolam meliputi pemilihan lokasi suatu budi daya baik meliputi kegiatan pembenihan maupun pembesaran, mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan kegiatan-kegiatan tersebut. Langkah pertama yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Sumber air. Sumber air yang dibutuhkan untuk pembenihan dan pembesaran hendaknya memenuhi kriteria-kriteria khusus kualitas air yang dibutuhkan oleh ikan sehingga ikan dapat tumbuh dengan optimal. Lebih baik menggunakan air sumur, jangan menggunakan air permukaan.Jika menggunakan air PAM di diamkan semalam dulu sebelum digunakan.
  2. Kualitas dan Kuantitas air. Selain kualitas, jumlah atau kuantitas juga merupakan suatu syarat mutlak yang harus dipenuhi.
  3. Keamanan tempat dan lokasi. Keamanan baik dari segi bencana alam maupun keamanan dari faktor sosial. Lokasi yang direncanakan untuk kegiatan harus bebas dari banjir. Jarak limpahan air saat hujan lebat berdasarkan riwayatnya di daerah tertentu dapat dijadikan pertimbangan.Dari segi sosial yaitu aman dari pencurian.
  4. Perlakuan kolam. Kolam memerlukan perlakuan untuk meningkatkan plangkton-plankoton dan mikroorganisme yang bermanfaat untuk air kolam. Perlakuan juga ditujukan untuk mensterilkan racun dan bibit penyakit. Sehingga air kolam layak untuk kegiatan budidaya. 
 
Persiapan Benih dan Padat Penebaran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ikan dengan sistem akuaponik adalah mengenai ukuran benih dan padat tebaran. Berikut ini adalah ukuran benih serta padat penebaran yang diterapkan pada beberapa jenis ikan yang dapat diperlihara pada sistem akuaponik.
  1. Ikan mas. Umumnya ukuran ikan mas yang dipelihara sekitar 10-50 g per ekor. Padat tebar yang digunakan berkisar 20 ekor per m2.
  2. Ikan nila. Umumnya ukuran ikan nila yang dipelihara sekitar 10- g per ekor. Padat tebar yang digunakan berkisar 100-150 ekor per m2.
  3. Ikan gurame. Ukuran awal yang diperlihara dengan berat 200-250 g per ekor dengan padat tebar 10 ekor/m2.
  4. Ikan lele. Ukuran awal yang dipelihara 100-125 g per ekor. Padat tebar untuk pemeliharaaan ikan lele 100-150 ekor per m2.
  5. Ikan patin.Ukuran yang dipelihara yaitu 10-15 g per ekor dengan kepadatan tebar 15 ekor/m2.

0 komentar:

Posting Komentar