Selasa, 22 Maret 2011

Pola Budidaya Aquaponik

Pola budidaya yang digunakan serta cara pemanenan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam suatu agribisnis. Dengan mengaplikasikan pola budidaya yang tepat dan diimbangi dengan pemanenan yang akurat, baik dari segi waktu maupun ukuran maka sering kali dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh dari suatu bisnis budi daya melalui penghematan biaya operasional dibandingkan jika tidak ada kesesuain antara kedua faktor tersebut.

Sebagai contoh, bila pola budidaya ikan dalam satu musim pada saat panennya juga bersamaan/ bertepatan dengan waktu panen pemeliharaan tanaman maka biaya per satuan kegiatan menjadi lebih kecil jika dibandingkan kita melakukan panen secara terpisah pada kedua kegiatan tersebut. Keserasian pola budidaya dan panen juga akan menjadikan proses produksi berlangsung lancar dan waktunya dapat dipersingkat dibandingkan jika dilakukan tidak sinkron, di mana ada kegiatan-kegiatan yang harus menunggu persiapan atau penyelesaian kegiatan lainnya sehingga akan memerlukan waktu yang relatif lebih lama dan biaya yang relatif lebih besar.
Pola Tanam Ikan dan Tanaman

Tingkat efisiensi aplikasi sistem akuaponik memerlukan pengaturan pola tanam ikan dan tanaman dengan tepat. Pengaturan pola tanam tergantung waktu pemeliharaan masing-masing jenisnya. Sering kali masa pemeliharaan tanaman secara keseluruhan atau umur produktif tanaman menjadi tolak ukur untuk menentukan jenis ikan yang akan dipelihara. Diharapkan pada saat panen ikan, panen total tanaman juga dilakukan.
Sebagai contoh, jika tanaman cabai yang digunakan sebagai filter, di mana cabai dapat dipanen berulang hingga waktu pemeliharaan atau umur produktif mencapai 5-6 bulan maka jenis ikan patin dan gurami sangat dianjurkan untuk dipelihara. Dengan demikian, pada saat pemanenan ikan juga dilakukan serentak panen tanaman cabai dan penggantian tanaman baru. Sebaliknya, jika tanaman sayuran pakchoi ,kangkung atau bayam dipelihara dalam media tanam, pilihan jenis ikannya adalah lele atau nila.  Umumnya tanaman tersebut hanya dipanen satu kali kecuali kangkung sehingga dianjurkan jenis ikan yang dipelihara adalah ikan lele atau nila yang memerlukan waktu pemeliharaan yang tidak terlalu lama.
Pemeliharaan ikan dilakukan terlebih dahulu sekitar 3-5 haru dibandingkan dengan penanaman tanaman di bak filter. Selain bertujuan agar tanaman lebih dahulu tumbuh di bak penyemaian sehingga mempunyai akar, air kolam yang dipergunakan sebagai media ikan masih dalam kualitas baik dalam waktu 3-5 hari tersebut. Setelah itu, air yang banyak mengandung kotoran sebagai pupuk organik digunakan untuk menyirami tanaman.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

saya pernah lakukan tanam ceisin ( sawi bakso ) tp dg asal2an saja ( ujicoba ). dimana dalam gelas2 aqua saya tanam sawi bakso dengan dasar gelas menyentuh air kolam. dengan harapan sawi ga perlu saya siram tp otomatis dpt air dr kolam lele
tp tumbuhnya ga subur. mohon share media dan perlakuan yg baik by email saya di bawah ini

terima ksih
salam,
risanti
arsinta_littlesister@yahoo.co.id

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Risanti : Ada beberapa parameter yang memang harus diperhatikan yaitu konsentrasi dari kolam ikan apakah sudah sesuai untuk budidaya sayuran..jadi memang ada pengukuran juga.Sehingga air dari kolam ikan sudah siap digunakan untuk nutrisi bagi tanaman.

Terima Kasih

Randi Farm

Posting Komentar