Minggu, 11 September 2011

Bebas penyakit ikan dengan Air berkualitas


Penyakit menjadi momok yang menakutkan bagi para peternak ikan lele. Biasanya terjadi pada petani lele pemula. Ikan lele banyak yang mati, setiap hari kematian semakin tinggi, kecepatan kematian juga tinggi. Permasalah yang timbul seperti perut besar pada ikan., Bercak putih pada kulit, mulut putih, badan putih dan sekelumit penyakit ikan lele yang lain. Momok yang paling menakutkan adalah suhu dingin pada musim panca roba dimana tingkat kematian bisa mencapai 80-90%. Suhu dingin menyebabkan tumbuhnya jamur yang cepat pada ikan dan sifatnya menyebar.
"AIR" itulah  yang sering tidak diperhatikan oleh sebagian besar pembudidaya. Seolah hanya ingin ikan lele cepat tumbuh besar, cepat bisa dipanen akhirnya memasukkan semua makanan entah limbah atau apapun yang justru akan merusak kualitas air.  Bahan-bahan seperti kotoran kambing, sapi, sisa-sisa makanan, atau limbah lain yang sebetulnya perlu difermentasi.
Termasuk pemberian pakan pabrikan yang jika diberikan berlebihan akan meracuni kolam karena tingkat amoniak yang tinggi. Parameter yang paling mudah kita ketahui adalah "JIKA AIR KOLAM BERBAU MENYENGAT, TANDANYA ADA BAHAN YANG BELUM TERDEKOMPOSISI" dan itu yang bisa merusak kualitas air.
Alhasil harus sering dikuras habis, sering diganti air, mungkin bagi kita untuk kebaikan ikan. Tapi bagi ikan itu justru membuat stress. Pergantian air yang sering justru membuat ikan harus beradaptasi lagi. Dan akan berimbas dengan pertumbuhan ikan lele.


Ada banyak cara untuk menjaga air agar tetap berkualitas salah satunya membuat air berwarna hijau di awal. namun sayangnya hanya bersifat sementara. Biasanya hanya terjadi di awal-awal saja namun semakin berjalan untuk mempertahankan air yang berkualitas akan semakin rendah. Mengapa hal ini bisa terjadi ???
Begini, Mikroorganisme dan probiotik yang berfungsi menjaga kualitas air yang biasa kita berikan ke kolam memang akan berkembang namun perkembangannya akan kalah akibat dimakan ikan melalui mekanisme membuka dan menutupnya mulut ikan selain itu life cycle pada mikroorganisme dimana ada yang mati dan hidup. Apalagi ditunjang dengan kepadatan tebar. Sehingga banyak produk2 probiotik yang mengharuskan pemberian perlakuan kolam secara berkala untuk menjaga keberadaan probiotik di kolam. Karena jika tidak fungsi probiotik akan berkurang dan kualitas air akan menurun.
Mungkin kesannya kita harus menambah biaya operasional untuk membeli produk probiotik secara berkala. Namun kami sendiri menggunakan cara yang jauh lebih ekonomis yaitu kolam kultur dan kolam pengkayaan nutrisi yang sudah kami postingkan di Kolam kultur dan kolam pengkayaan. Sistem ini menjaga ketersediaan mikroba, pakan alami dan probiotik yang berfungsi menjaga kualitas air. Pemberian air dari kolam pengkayaan yang nantinya akan masuk ke kolam budidaya ikan, akan menjaga ketersediaan agen-agen penyeimbang dan penjaga kualitas air di kolam budidaya ikan.

Semoga bermanfaat



0 komentar:

Posting Komentar