Jumat, 02 September 2011

KREATIFITAS (Menghitung potensi hasil budidaya Aquaponik)

Berbisnis aquaponik memang menghasilkan keuntungan ganda yaitu sayuran dan ikan. Tapi kita dituntut untuk menguasai dua bagian tersebut. Disisi lain kita tidak hanya memikirkan sistem budidaya ikan saja, tapi harus membuat sistem air hingga bisa dialirkan ke hidroponik atau penanaman sayuran. Dalam berbisnis kita dituntut untuk mengasah daya kreasi kita. Kami sendiri dalam menghasilkan suatu produk tidak hanya dalam bentuk ikan mentah dan sayuran saja tapi ada kegiatan pengolahan paska panennya untuk meningkatkan nilai suatu barang. Khusus untuk sayuran memang dijual dalam bentuk mentah namun dengan kreasi, packing, dengan tetap menjaga kualitas dan tepat sasaran market harga jual akan tinggi. Bahkan untuk lele sendiri produk yang dihasilkan jauh lebih bermacam-macam. diantaranya lele segar, abon lele, keripik kulit lele, steak atau fillet lele dan nugget lele.
Kami akan sampaikan potensi omset yang didapat dari empat produk yang dilakukan Randi Farm. Untuk sayur dan kangkung sudah berjalan sedangkan untuk abon dan keripik kulit masih dalam proses. Perhitungan ini hanya bersifat umum dan dilihat dari potensi yang bisa didapat secara perhitungan kasar.
Randi Farm memiliki luasan areal kurang lebih 700 meter2. Dimana untuk penanaman sayuran hidroponik luasannya kurang lebih 210 meter2. Sisanya untuk budidaya ikan dan kolam azolla, infra struktur, kolam pelengkap lainnya.

 Sayur Segar

Dengan luasan 210 meter2 kami hanya memfokuskan sayuran kangkung dengan satu komoditas saja. Setiap hari kami mampu memanem kangkung sebanyak 52-60 bungkus. Setiap bungkus bisa kami jual dengan kisaran Rp 2000-Rp 2500 (harga purwokerto) . Sehingga omset perkiraan perbulan sekitar 4 juta rupiah.Jika luasan lahan diperluas dengan perbanyakan jenis sayuran ditunjang harga jual di kota besar maka omset bisa semakin besar.
Ikan Lele Segar

Dengan luasan 700 meter2 kami membuat kolam budidaya dengan ukuran 4 x 2 dan masing-masing kolam diisi sebanyak 2500 benih.Kami memiliki 5 kolam sehingga daya tampung yang bisa didapat yaitu 12500 benih dengan potensi maksimal panen 1250 kg. Dengan tehnik budidaya lele secara organik kematian lele bisa ditekan hingga 2% saja. Untuk pemasaran bisa dengan tengkulak atau dipasarkan sendiri. Masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Sayangnya ditingkat tengkulak harga jual hanya Rp 10.000/kg. Jika kita mampu menjualnya sendiri dengan jaminan kualitas dan pasar yang tepat kita bisa menjual lele dengan harga Rp 13.000-15.000/kg. Karena yang jelas ikan lele yang dibudidaya berbeda dengan lele konvensional. Jika mampu menjual dengan harga Rp 15.000 potensi omset yang didapat dalam satu bulan yaitu sembilan juta.

Abon Lele

Kegiatan pengolahan paska panen akan menaikkan nilai jual suatu produk jauh dibandingkan dengan harga bahan baku. Inilah kreatifitas selanjutnya yang harus kita gunakan. Produk yang kita buat tidak hanya dalam bentuk mentah namun sebagian kita ambi sebagai bahan-baku pembuatan abon lele. Semisal dengan potensi ikan lele sebanyak 1250 kg kita ambil setengahnya untuk dijadikan abon lele. Yaitu 625 kg kita gunakan maka perhitungannya yaitu :
Setiap 1 kg ikan lele bisa menghasilkan 3 ons abon lele. Dan harga jual 1 ons abon lele yaitu Rp 10.000. Jika kita mempunyai 625 kg bahan baku lele segar  maka potensinya kita mampu menghasilkan 1875 ons abon lele. Dengan tambahan packing dan label kita jual dengan harga Rp 10500. Maka potensi omset yang didapat sekitar 14-16 juta.

Keripik Kulit Lele

Dalam pembuatan abon lele ada bahan baku sampingan lain yang bisa kita buat menjadi makanan olahan yaitu kulit lele. Makanan ini selain bergizi tinggi juga bisa diolah menjadi makanan yang enak. Setiap 10 kg ikan lele segar mampu menghasilkan 15 ons keripik kulit lele. Sehingga dalam 625 kg ikan lele segar mampu menghasilkan 937 ons keripik kulit lele. Harga jual 1 ons keripik kulit lele yaitu Rp 15.000/ons sehingga potensi omset yang didapat yaitu 12-14 juta.


Ini hanyalah perhitungan secara kasar dalam bentuk omset potensi maksimal. Belum dihitung dengan pengurangan biaya operasional, penyusutan, investasi dll. Namun margin keuntungan yang didapat bisa lebih dari 50% tergantung dari variabel biaya lain. Disinilah ide kreasi kita dalam bentuk creative marketing kita aplikasikan. Kita yakin kita bisa menghasilkan produk yang berkualitas, dikelola dengan profesional maka harga jual produk akan semakin tinggi. Semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat.

GO GREEN


4 komentar:

me and my mind mengatakan...

mantap....

bukhori mengatakan...

berat sayuranx berapa satu bungkus mas?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@bukhori : Standarnya 200-250 gram

budirabbit mengatakan...

mantap... pisan boleh di ajarin gak caranya

Posting Komentar