Jumat, 23 September 2011

Kucuran Air Menghilangkan Amoniak dan Meningkatkan oksigen dalam Air kolam


AMONIAK...itulah salah satu gas  yang sering menjadi kendala dalam budidaya ikan manapun baik ikan konsumsi maupun ikan budidaya. Dalam sistem budidaya lele konvensional amoniak muncul disebabkan oleh dua hal yaitu :

  1. Pakan Pabrikan yang tidak sempat termakan oleh ikan, menjadi racun bagi kolam dengan amoniak yang muncul.
  2. Feses dari kotoran ikan yang dibudidayakan dan terjadi dekomposisi di air yang menghasilkan amoniak.
Hasilnya air pada kolam ikan akan menjadi bau,  muncul tanda-tanda stress pada ikan, kesehatan ikan akan berkurang. Hal inilah yang sering menjadi kendala air kolam harus segara dibuang.


Bagaimana solusinya :
Solusi yang mudah yaitu dengan cara mengoksidasi amoniak yang ada di dalam air agar cepat menguap dan hilang. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan mengucurkan air ke dalam kolam dengan bantuan pompa aquarium ketinggian pompa 1,5 meter. Seperti yang ada digambar. Pompa dimasukkan ke dalam kolam, lalu disambungkan dengan selang atau paralon, lalu dengan tekanan akan terjadi lompatan air ke dalam kolam.
Kegiatan ini akan membantu menghilangkan bau amoniak pada kolam dan meningkatkan kadar oksigen di dalam kolam. Dalam hal meningkatkan kadar oksigen di dalam kolam kegiatan ini merupakan salah satu syarat tehnik BUDIDAYA LELE PADAT TEBAR. 
Dengan tehnik ini kami biasa membudidaya lele dengan kepadatan tebar minimal 200 bibit/ meter2 dan yang sudah kita uji 400 bibit/ meter2 dan kami siap membuat kepadatan tebar hingga 500  bibit/meter2. LUAR BIASA.
Semoga info ini bisa bermanfaat buat semua..

Ingin tau lebih detail silahkan datang GRATIS ke Randi Farm.Kami siap membagi ilmu dengan anda.

MANDIRILAH INDONESIAKU

28 komentar:

Anonim mengatakan...

Benar bang randi saya sudah lihat hasil ikan tampak lebih sehat dan napsu makan tinggi trimakasih infonya bang

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Alhamdulillah :-)

Anonim mengatakan...

Pompanya Pakai apa Mas Randi....Merk & pakai berapa Watt...?
Apakah air nya bisa dipakai sampai panen atau perlu ada pergantian air.....?

Trimakasih

ibnunawawi mengatakan...

mas randi....
saya sudah 4 hari menerapkan sistem airasi dg menggunakan pompa aquarium dengan filter biobal dan jpmat, tebar 500 ekor luas kolam semen 1x2m ketinggian air 1m air bening tidak hijau dan tidak bau...
hari pertama mati 50 ekor disusul keesokan harinya mati 30 ekor dan malam harinya 25ekor..
aku kasih kutublas dimilin 3gr akhirnya mati 150ekor hari itu juga..
malemnya nambah ikan yg mati -+ 35 ekor.. ikan pada ngegantung, ada juga yg mulutnya putih... ada juga yg dari ekor sampe perut putih, alias mateng sebelah begitu.
hadeeehh.... gmna mas randi...
apa ada yg salah di air kolam saya...

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ibnu : Air di kolam sepertinya belum steril betul, walau jika dilihat bening dan tidak berbau. Perlu adanya penambahan kompos dari kotoran sapi atau gedebok pisang untuk menyerap racun dari dalam kolam, bisa juga dengan pencelupan arang. Sebaiknya kolam dilakukan perlakuan terlebih dahulu, terkena sinar matahari secara langsung untuk menghilangkan penyakit didalam kolam.

Terima kasih

Randi Farm

ibnunawawi mengatakan...

mas...
aku bikin kolam semen baru 1mx3m disamping kolam koi.
setelah kolam dianggap sudah kering semennya.. aku taburi urea kisaran 4 genggam kmudian aku masukan air setinggi 15cm dan cacahan gedebogan pisang...
setelah satu hari aku menemukan ember yg didalamnya kotoran kambing + em aktif dan gula yg sudah lama berada di pojok dapur.. akhirnya aku tuangkan semua yg didalam ember itu ke kolam baru saya yg nantinya aku tebar lele.
dua hari berlangsung air berwarna kuning cerah kemudian agak kehijauan..
wah akhirnya kolam baru aku hijau juga... aku seneng mas...
karena aku pikir pakan alami di kolam baru lebih bagus dari pada kolam koi.. maka aku ambil satu ember air di kolam baru itu untuk aku tuangkan ke kolam koi aku mas...
dan akhirnya puluhan ikan koi aku melompat dan kejang2.... dan kemudian mati semua........
dimana letak kesalahan saya mas???
sekarang semua kolam sudah aku keringkan mas.. airnya aku buang ke sumur karena terlalu banyak air yg aku buang hari itu..

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ibnu : dua hari selama perendaman waktunya terlalu pendek untuk proses air jadi..lalu urea diberikan kedalam kolam semen..sepertinya kurang pas mas...akan terjadi peningkatan nitrogen didalam kolam...kecuali kolam tersebut kolam tanah..ada bakteri pengurainya...jika kolam semen..tidak pas jika diberi urea..
Lalu apakah sudah muncul pakan alami yang terlihat oleh mata..selama dua hari itu????

Terima Kasih

Randi Farm

Muhammad Iqbal, S.T mengatakan...

Hahaha... maaf sebelumnya... mas ibnu dapet info darimana nyiapin kolam lele caranya kayak gitu.. sama aja mau ngeracun ikan... hehehe...

kesalahan" yang saya tangkap dari tulisan mas ibnu..

1. air kolam berwarna bening... itu salah banget.. lele gak suka air kolam yang berwarna bening... air bening bahaya banget buat lele... ada sebabnya... eheheheh....
2. urea + gedebog + gula + kotoran kambing = RACUN... tes aja minum airnya... dijamin muntaber... heu heu heu...

saya kasih tips dikit neh...
1. bersihin dulu kolamnya.. bilas pake air bersih... jangan pake sabun... disikat aja. terus biarin sampe kering (hari pertama)
2. isi air pada kolam dengan ketinggian 20 cm (hari kedua)
3. masukan Pupuk Organik Cair 250cc/4 M Persegi, Merk terserah harganya variatif dari mulai yang 20rb/500cc sampe yang 60rb/500cc (hari kedua) [atau mau bikin pupuk sendiri yang gampang, call aja saya.. ntar saya kasih tau resepnya... cuma butuh 3 bahan doang.. dan mudah dicari bahannya... (081288197496)]
4.biarkan kolam selama 7 hari... setelah tujuh hari biasanya air kolam akan berubah menjadi hijau cerah..
5. masukan bibit... (hari kedelapan) jangan lupa ada cara memilih bibit dan perlakuan kepada bibit.. supaya ketika ditebar.. kematian bibit dibawah 1%... heu heu heu...

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Muhammad Iqbal : terima kasih atas ilmu yang bermanfaat dan diberikan di forum ini. :-)

Anonim mengatakan...

kalo EM4 bisa gak ya untuk menghilangkan ato ngurangin ammonia di kolam lele?

Anonim mengatakan...

sebenernya soal sepele kecil kalo cuma menghilangkan bau kolam lele......di beri aerator saja beres di jamin hilang bau nya, semakin besar aeratornya semakin sehat kondisi kolam, dijamin 100%

Mohammad Yusuf mengatakan...

Terima kasih atas masukannya :-)

Anonim mengatakan...

Siram saja dengan nitrobacter dan nitrosomonas, tambahkan tanaman air, yg hidupnya didalam air , lumut dlsb.

Anonim mengatakan...

Em4 adalah bakteri anaerob, sedangkan nitrobacter adalah bakteri aerob yg membutuhkan oksigen, saya sudah praktekkan di dalam aquarium. Ikan saya mati karena saya beri em4, karena sifat em4 adalah bersifat menyerap oksigen dan melepas amoniak. Aquarium jadi bau dan buram. Dengan nitrobacter air aquarium kembali jernih dan saya coba masukkan ikan, ikan tidak mati, bahkan tidak perlu aerator atau kucuran air. Swmoga bermanfaat. Nirobakter juga berfungsi dalam pertanian, karena dapat menitrivikasi nutrisi dari pupuk kandang untuk tanaman.

eka sugarba mengatakan...

Bakteri aerob membutuhkan oksigen jadi dia menyedot oksigen?? Kalau nyedot oksigen apa nanti ikan gak kekurangan oksigen akibat kehabisan disedot bakteri ini?? Maaf kurang paham mohon penjelasan

RESEP KAYA RAYA mengatakan...

bagus banget informasinya.
bagi teman2 yang mau pendapatan tambahan silahkan menghubungi resepkayaraya.blogspot.co.id

terima kasih

Lia Sundari mengatakan...

Keren mas

http://lelekriansidoarjo.blogspot.ae/2016/04/lele-padat-tebar-1-meter-persegi.html?m=1

Ari Nurisdiansyah mengatakan...

Mas iqbal...air bening lele suka2 aja...lele klo mijahin harus bening mas air nya...birahi nya naik klo air bening...air keruh gak mau mas...hehehe

Ari Nurisdiansyah mengatakan...

Mas randi pompa aquarium nya dimasukin dikolam yg sama atau gmna mas...makasih

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Ari : iya betul dimasukkan ke kolam yang sama..jd sirkulasi saja untuk menambah oksigen dari hasil kucuran air yang terpompa..

Terima Kasih

ruli wijaya mengatakan...

Maaf agan2 jujur saya semakin bingung ada yg sarankan kolam lele ga perlu pake airator,ga perlu ada saringan,ada pula yg saranin harus pake and jadi bingung....ada juga info bahwa lele ga suka ada berisik air nanti lele nya bisa stres,,katanya juga lele hidupnya di air keruh....walaaaah semakin bingung jadinya

ruli wijaya mengatakan...

Maaf agan2 jujur saya semakin bingung ada yg sarankan kolam lele ga perlu pake airator,ga perlu ada saringan,ada pula yg saranin harus pake and jadi bingung....ada juga info bahwa lele ga suka ada berisik air nanti lele nya bisa stres,,katanya juga lele hidupnya di air keruh....walaaaah semakin bingung jadinya

Dika Abdillah mengatakan...

jngan bingung2.. mau gmn pun caranya... yg penting perbnyak ibadah... insya allah smua lancar

ruli wijaya mengatakan...

Maksudnya gimana ya mas tebolak balik.....

ruli wijaya mengatakan...

Maksudnya gimana ya mas tebolak balik.....

Wahyu bilung mengatakan...

ribet saling bertolakan. pusingggggg

putra reni mengatakan...

tapi aq pakai em4 pertumbuhan lele semakin cepat...
kualitas air menjadi baik....tapi ko ada yang bilang pakai em4 adalah bersifat menyerap oksigen dan melepas amoniak. Aquarium jadi bau dan buram.
padahal itu untuk menjaga kualitas air menjadi baik....

ridwan dimas handika mengatakan...

mas saya mau tanya..mohon dijawab
saya lagi buat kolam sistem semen..setinggi lutut kaki..apakah itu sdh cukup untuk budidaya lele dengan ketggian sampai lutut...dengan sistem peraian air kran yang saya tgl putar sejam untuk melakukan pengurangan bau pada kolam..kalo sudh penuh air diatas masimal maka akan membuang sendirinya ke parit.mohon solusinya

Posting Komentar