Rabu, 30 November 2011

Menghitung Kebutuhan Bahan Baku Pakan Pelet





Informasi ini kami sadur dari sebuah buku "Membuat Pelet Pakan Ikan " karangan Ir .Abbas Siregar Djariah. Penyusunan bahan pakan ikan biasanya hanya diperhatikan kandungan protein dari setiap bahan untuk menentukan prakiraan akhir kadar protein pakan. Salah satu cara sederhana untuk menyusun formula tersebut digunakan metode kuadrat atau metode Bujung Sangkar.
Atas dasar kandungan proteinnya bahan pakan ikan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pakan protein basal dan pakan protein suplemen. Pakan protein basal adalah bahan pakan, baik hewani maupun nabati yang kandungan proteinnya dibawah 20%. Sedangkan pakan protein suplemen adalah bahan pakan ikan yang kandungan proteinnya diatas 20%.
Contoh:
Misalnya untuk membuat pakan ikan dengan kadar protein 25% yang disusun dari komponen bahan-bahan berupa dedak halus dan tepung ikan, maka jumlah setiap komponen dapat dihitung dengan rumus kuadrat. Dedak halus umumnya mengandung kadar protein antara 10-16%. Sedangkan tepung ikan mengandung bahan protein antara 50-60%. Jika rata-rata kadar protein dedak halus dan tepung ikan masing-masing adalah 13% dan 55%, maka perhitungan adalah sebagai berikut :

  1. Protein basal (Dedak halus)         : 13%.
  2. Protein suplemen (Tepung ikan )  :  55%
  3. Protein pakan yang dikehendaki  :   25%
Jumlah dedak halus dan tepung ikan yang dibutuhkan dihitung menurut selisih persentase kandungan protein setiap komponen dengan persentase kandungan yang dikehendaki.

APLIKASI KAMI

Menghitung kebutuhan bahan baku Randi Farm dengan pembuatan 50 kg.
Membuat pakan dengan kadar protein 30%
1. Dedak: kadar protein 13%. (Basal)
2. Tepung Jagung : 11% (Basal)
3. Tepung Ikan : 55% (Suplemen)
4. Ampas Tahu : 24 % (Suplemen)
5. Tepung Kepala Udang : 50% (Suplemen)

Rata-rata Basal : (13% + 11%)/ 2 = 12%
Rata-rata Suplemen : (55% + 24% + 50%) = 43%

Sehingga
Basal : 43%-30% = 13 % (dimana 43% diambil dari nilai rata-rata persen suplemen dikurangi 30%  merupakan % yang dikehendaki )
Suplemen : 30%-12% = 18 % (dimana 30% adalah persen yang dikehendaki dikurangi persen rataan basal yaitu 12%)

Kemudian
Basal = 13/(13+18) = 0,42  kemudian di kali 100% menjadi : 42%
Suplemen = 18/ (13+18) = 0,58 kemudian di kali 100% menjadi : 58 %

Hitungan
Protein basal  dengan kandungan 42% dalam campuran total 45 kg adalah 18,9 kg dibulatkan  menjadi 20 kg. Sehingga
1. Dedak kebutuhannya 10 kg.
2. Tepung Jagung kebutuhannya 10 kg.
Protein suplemen dengan kandungan 58 % dalam campuran total 45 kg adalah 26,1 kg diganjilkan menjadi 25 kg pembulatan. Sehingga
1. Tepung Ikan 10 kg.
2. Ampas Tahu 10 kg.
3. Tepung kepala udang 5 kg.

Sebagai bahan perekat 5 kg tepung aci ditambah jahe, lengkuas,temulawak, bawang putih sebagai herbal dan stater probiotik sebagai penambah probiotik pakan.


5 komentar:

hidup adalah anugrah mengatakan...

biaya untuk pembuatannya ini berapa ya pak"?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Setiap daerah memiliki harga bahan baku yang berbeda-beda.sehingga jika dibuat pastinya tidak bisa. Namun di daerah purwokerto sendiri kami membuat pakan pelet dengan biaya operasional Rp 3500/kg.

adi mengatakan...

mas dengan komposisi seperti itu dapet pelet kering jadi berapa kg mas

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Dengan rumusan diatas kurang lebih menghasilkan pelet kering sebanyak 35 kg.

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Pelet yang dimaksud untuk yang ukuran 3 mm masih tenggelam..yang ukuran 5 mm tenggelam namun bisa mengapung diawal selama kurang lebih 10 detik..

Poskan Komentar