Senin, 21 November 2011

Teknologi Pakan Ikan dengan Pelet (Skala industri)


Jika kita membicarakan skala budidaya lele secara industri dimana digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pastilah memerlukan kegiatan teknologi budidaya yang benar. Khususnya lele dimana pasar lele di Indonesia sangat besar dan hingga saat ini masih belum bisa terpenuhi. Belum lagi kita berbicara tentang ekspor ikan lele yang harganya sangat tinggi.
Bolehlah jika kita ingin berbudidaya lele dengan skala kecil menggunakan pakan alami dan pakan alternatif yang diperlukan dalam jumlah kecil. Namun jika kita berbicara industri dimana produksi yang tinggi dan kontinyu merupakan keharusan dalam sistem budidaya ikan, jelaslah teknologi terbaik hingga saat ini dalam hal pemenuhan pakan ikan yaitu PELET.
Bahkan PELET juga diterapkan di peternakan sapi, kambing, kelinci, ayam dan bebek. Bahkan jika kita lihat di video youtube tentang budidaya ikan lele skala industri yang besar. Pastilah pakan yang digunakan dalam bentuk pelet.
Lalu mengapa pelet begitu penting dalam kegiatan budidaya lele secara industri. Menyadur dari materi TEKNOLOGI BAHAN BAKU PAKAN yang disampaikan Program Alih Jenjang D4 Akuakultur SITH, ITB-VEDCA-SEAMOLEC bahwa keuntungan pakan berbentuk pelet yaitu :
1.meningkatkan konsumsi dan efisiensi pakan
2.meningkatkan kadar energi metabolis pakan
3.membunuh bakteri patogen
4.menurunkan jumlah pakan yang tercecer
5.memperpanjang lama penyimpanan
6.menjamin keseimbangan zat-zat nutrisi pakan
7.mencegah oksidasi vitamin.

Selain itu pakan berbentuk pelet
1) meningkatkan densitas pakan sehingga mengurangi tempat penyimpanan, menekan biaya transportasi, memudahkan penanganan dan penyajian pakan;
2) densitas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi pakan yang tercecer;
3) mencegah “de-mixing” yaitu peruraian kembali komponen penyusun pelet sehingga konsumsi pakan sesuai dengan kebutuhan standar.

Namun salah satu kekurangan dari pelet sendiri yaitu tidak banyak mengandung vitamin, enzim dan hormon alami yang hanya ada dipakan alami. Sehingga melihat dari permasalahan ini perlulah kita mengkombinasikan antara pakan dalam bentuk pelet dan pakan alami dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele. Kita tidak serta merta menggunakan pakan berbentuk pelet, tapi harus digbungkan pakan alami bisa menggunakan rotifer, azolla, maggot dll. Untuk probiotik bisa ditambahkan dengan mencampurkan larutan stater dengan proses pembuatan pelet.

Permasalahan sekarang adalah pakan pelet yang mahal!!. Kami sendiri menegaskan bahwa produksilah pakan pelet sendiri karena biaya produksi bisa ditekan sangat murah apalagi akan kita gabungkan dengan pakan alami. Cara membuat dan teknik membuat pakan dalam bentuk pelet akan segera kami publikasikan setelah kami mencoba membuatnya. Karena proses pembuatan pelet juga memerlukan tehnik yang matang. Randi Farm akan menerapkan proses pemberian pakan dalam bentuk pelet yang dibuat sendiri ,lalu dikombinasikan dengan pakan alami sebagai pelengkap dalam pemenuhan kebutuhan pakan ikan lele secara industri. Tunggu postingan kami tentang membuat pelet,rumusan, menghitung protein selanjutnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar