Senin, 23 Januari 2012

Pengaruh Benih Ikan Lele terhadap Kualitas Air dan Perkembangan Kualitas Air






Hasil percobaan dan temuan kami di lapang Randi Farm dengan proyek penebaran ikan lele sebanyak 72.000 benih didapat hasil terkait dengan benih. Benih sangat mempengaruhi terhadap kualitas air dan terhadap kesehatan ikan kita dikolam. Kami menerima benih dari beberapa pembenih. Dan kami akhirnya mendapat kesimpulan bahwa

"BENIH YANG BERKUALITAS AKAN MEMPENGARUHI KUALITAS AIR KOLAM DAN KESEHATAN BENIH LAIN DAN TIDAK BERPENGARUH TERHADAP PERLAKUAN KOLAM"

Hal ini terjadi karena benih ikan lele yang sehat akan mengeluarkan ekskresi dan feses yang baik dan menciptakan lingkungan air kolam yang baik dan tidak mudah berbau busuk atau amis. Ikan yang sehat dari benih yang sehat gerakannya akan lincah dan pertumbuhannya akan cepat. Dengan perlakuan padat tebar sekalipun benih ikan sehat di kolam ukuran 4 x 2 ketinggian air 1,3 meter, air kolam tidak berbau dan tidak ada satupun ikan yang stress. 
Sekalipun setiap kolam sudah kita beri perlakuan probiotik jika benih yang ditebar berasal dari benih sakit dan tidak sehat maka kualitas air akan cepat berubah menjadi amis dan berbau menyengat. Yang menjadi kendala adalah walau hanya beberapa benih ikan itu sakit ,bisa cepat menular ke benih lain melalui media air.Alhasil ikan sehat akan terserang penyakit dan mati. Air kolam menjadi bau dan amis. Perlakuan probiotik tidak akan menolong. 

SOLUSI 
solusi untuk mengatasi masalah benih ikan 
1. Sangat kami sarankan yaitu tinjau secara langsung benih yang akan masuk kedalam kolam kita. Jika perlu saat ikan ditempat pembenihan. Amati terus perkembangannya dan lihat apakah benih itu sehat atau tidak sebelum akan masuk kedalam kolam kita.
2. Jika berasal dari benih yang kita tidak tahu asalnya. baiknnya dilakukan sortir terhadap penampakan ikan. Apakah ada benih yang berjamur, moncong putih, koreng merah dll. Jika ada segera pisahkan dan jangan dijadikan satu dengan ikan yang sehat untuk kita lakukang pengobatan.
3. Pilihlah benih yang benar-benar berkualitas dan berasal dari indukan yang baik juga. Benih yang baik bisa kita lihat dari gerakannya yang lincah dan nafsu makan yang besar.


Semoga informasi ini bisa bermanfaat :-)

6 komentar:

Andy Farm mengatakan...

Ada baiknya benih dikarantina dgn larutan/obat tradisional seperti adun sirih+daupepaya+daun jambu biji+daun ketapang .... :) bisa di coba mas pada saat pembesaran berikutnya, dan juga bisa dimasukan dlm kolam (sebelum tebar binih) daun-daun tersebut dan mungkin perlu diendapkan 1-2 minggu baru benih ditebar (???).... salam andy farm

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Baik..luar biasa sekali informasi dari Bapak Novandy.Terima kasih banyak

Anonim mengatakan...

malem mas randi...
*saya mau menanyakan untuk masa penyortiran sebaiknya di lakukakan berapa kali jika kita melakukan pembesaran lele?
* Saya baru belajar untuk pembesaran lele, saya mempunyai kolam dengan panjang 7m & lebar 3,6m tinggi 60cm & saya taruh bibit ukuran 7-9cm 2000 ekor menurut mas randi baiknya dengan kolam seperti itu bagusnya bibit yang saya sebar berapa ekor ya?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Selamat siang...salam kenal

1. Untuk penyortiran kami biasa mengadakan penyortiran 2 minggu sekali.setelah tebar benih di ukuran 5-7.
2. Baik untu ukuran 7 x 3.6 = 25.2(25) meter2 dengan ketinggain air 60 cm. Sehingga tiap kolam per meternya sekitar 80 ekor/m2. sebetulnya bisa ditambahkan ke 100 ekor/m2. sekitar 2500 ekor masih bisa. Tapi untuk awal bisa dicoba dulu.Hingga nanti mahir dan bisa ditingkatkan kepadatan tebarnya.

Terima Kasih

agus abbad mengatakan...

Gan..untuk pembesaran sebaiknya cari bibit ukuran berapa.? Punya kolam uk 5 x3 m idealnya di isi berapa? Mksih

agus abbad mengatakan...

Gan..untuk pembesaran sebaiknya cari bibit ukuran berapa.? Punya kolam uk 5 x3 m idealnya di isi berapa? Mksih

Posting Komentar