Senin, 16 April 2012

Pembenihan Ikan Lele Organik dengan pakan alami (Murah, Meriah,Tanpa Casut,Tanpa Pelet Pabrikan),

Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan semangat lagi untuk para pembudidaya ikan lele di seluruh indonesia bahwa sebenarnya kita mampu bertani dengan mudah dan murah. 

Terletak di daerah Ciwarak Purwokerto. Seorang petani bernama Mas Natal bergerak di  pembenihan dan pembesaran dengan cara yang sederhana, murah, meriah, mampu membenihkan ikan lele dengan cara yang organik dengan memanfaatkan pakan alami dan penambahan tepung ikan saja. Tanpa pemberian cacing sutra, pemberian pelet pabrikan yang harganya semakin mahal.Berikut Videonya


Penampakan benih lele ukuran 1 cm 



Bagaimana teknis budidaya yang dilakukan.

  1. Kolam pembenihan dibuat dengan luasan 5 x 6 meter dengan ketinggian kolam 30 cm menggunakan kolam terpal.
  2. Lapisan bawah kolam diberi jerami setebal 10 cm merata diseluruh lapisan bawah kolam. Jerami dibuat selalu berada dibawah sehingga harus dijepit atau ditahan dengan batu atau dengan potongan bambu. 
  3. Diatas jerami diberikan kotoran ayam petelur dengan luasan 5 x 6 dibuat merata sebanyak 7 karung ukuran 30 kg. Kotoran ayam petelur dibuat merata diatas jerami.
  4. Sebagai tempat indukan memijah tepat ditengah-tengah kolam dibuat gumpalan ijuk,atau bisa dengan tepes yang dibuat melingkar ditengah-tengah kolam. Buat dengan diameter 1 meter. Induk betina akan memijah ditengah-tengah gumpalan ijuk yang sudah diberikan.
  5. Metode pemijahan menggunakan metode suntik sehingga hanya dua indukan betina yang akan berada di kolam pembenihan.
  6. Pemijahan baiknya dilakukan pada malam hari dan indukan betina diambil sebalinya pada siang/sore hari setelah terjadi proses pemijahan.
  7. Setelah Indukan di pindahkan. Masukkan sebanyak 5 karung kotoran sapi, 5 karung cemendil kambing, 7 daun kelapa kering (blarak), 5 gedebok pisang, 2 bonggol pisang, 3 karung ukuran 30 kg batang jagung, dan usus ayam 2 ons. 
  8. Biarkan bahan-bahan tersebut membusuk bersamaan dengan telur yang siap menetas. Setelah telur menetas dan larva akan memakan pakan alami.
  9. Setelah berumur 4 hari berikan tepung ikan per hari sebanyak 1 genggam saja tepat di dipinggiran kolam dan cara pemberiannya dengan memutar pinggiran kolam. 
Berikut kami berikan beberapa foto dan gambar serta kolam pembenihan organik. 














Terima Kasih

16 komentar:

herusb mengatakan...

bos kapasitas produksi benih untuk satu kolam dengan metode ini berapa puluh ribu?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

tergantung dr indukan yang dipijahkan..biasanya indukan yang bobotnya 3 kg menghasilkan bibit kisaran 100.000-150.000 benih.

PUTUADI mengatakan...

kok sy dengar pemijahan hy bisa brhasil di kolam yg bener2 jernih airnya ..dan ketinggian air hy sebatas badan lele lebih sedikit .,,,apa teori itu btul mas..??? maklum msh sangat awam

setyo mengatakan...

aku butuh banyak belajar neh, 80rb aja da tak anggap hebat. dengan cara umum.

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Putuadi : tidak ada ilmu yang pasti dan baku di keegiatan usaha pertanian dan perikanan. Belum tentu di daerah berhasil dengan metode yang sama. Karena faktornya banyak sekali. Sehingga ilmu terbaik adalah mencoba sesuai dengan habitat hidupnya.
@Setyo : Silahkan mas... :-)

bambang soreang mengatakan...

Topppppsssss
Terima kasih mas Yusuf Rand

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Bambang : semoga bisa membantu.. :-)

Anonim mengatakan...

Mas, mohon bantuannya untuk bisa membuat pakan lele yang bagus dan murah tanpa mempengaruhi perkembangannya (lele yg dr bibit sampai penjualan yg 6-7/kg nya thanks mas

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Kami sedang terus meneliti pakan yang paling tidak bisa menyamakan dengan pakan pabrikan dengan harga yang lebih murah. Mohon doa dan dukungannya. Beberapa bahan sedang kami uji cobakan. Untuk bahan baku skrg kami sedang mencoba tepung ikan, tepung bulu ayam, bekatul, tepung roti, minyak ikan dan vitamin.

Terima Kasih

Randi Farm

Nugi Nandika mengatakan...

Mas Randi, apa dengan tekhnik ini ukuran bibit menjadi rata atau tetep ada yg beda ukuran? trus sampai berapa hari bibit bisa di pindahkan dan di beri pakan pelet dgn butiran F118 H-1?. terimakasih.

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Nugi : hasil pengalaman kami dilapang..justru ukurannya akan rata karena semua benih akan makan...mulai dari pakan alami yang muncul disana..untuk berapa harinya standar seperti biasa dengan melihat sapling perkembangan ikan lelenya..jd perlu kita amati terus perkembangannya

Terima kasih.

bayunur mengatakan...

lama waktu perendman air di media dengan pemijahannya berapa hari??
apakah tidak berpengaruh dengan larva yng baru menetas karena mash banyak gas yang keluar dari kotoran ayam tadi
mohon saran

bayunur mengatakan...

lama waktu perendman air di media dengan pemijahannya berapa hari??
apakah tidak berpengaruh dengan larva yng baru menetas karena mash banyak gas yang keluar dari kotoran ayam tadi
mohon saran

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Bayunur : sampai air kolam tidak berbau sekitar 2 minggu. Tandanya penguraian sudah selesai.

Terima Kasih

Randi Farm

Anonim mengatakan...

mas randy,kalau pemijahannya secara alami gimana
? jadi ngga ?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Percobaan kolam diatas pemijahan secara suntik...jika alami kami belum tau mas..bagaimana hasilnya.

Poskan Komentar