Rabu, 09 Mei 2012

Menciptakan Kolam pembenihan lele dengan pakan alami berlimpah


Ilmu pembenihan lele secara konvensional menganjurkan lingkungan air yang bersih, jernih, bebas bau dll. Seperti kita merawat bayi dimana harus diasuh, dimanjakan , diperhatikan, dicukupkan kebutuhan pakannya dari kita sendiri. Dari hasil pengalaman yang kita dapat, lele yang terbiasa diberi makan pelet pabrikan mulai dari kecil maka ditingkat pembesaran akan terus berlanjut dengan kecenderungan memakan pakan pabrika. Sehingga pakan yang kita buat kurang efektif. Walaupun bisa dikondisikan mau memakan pakan yang kita buat sendiri, namun tetap memerlukan penyesuain kembali. Paling tidak satu minggu masa penyesuaian.
Terinpirasi dari pembenihan di Ciwarak, saya selaku petani pembesaran lele yang awalnya melihat pembenihan lele rumit dan memerlukan teknis yang berbeda akhirnya mencoba membenihkan dengan cara yang sederhana.
Beberapa anjuran yang biasa digunakan oleh petani pembenih konvensional justru berlawanan dengan pembenihan dengan sistem pakan alami. Yang kami lakukan justru bukan membuat kolam menjadi keruh dengan memberikan jerami, kotoran ayam, sapi, cemendil kambing, gedebok pisang, batang jagung dan blarak. Tapi hasilnya larva lele tetap tumbuh dengan baik dan banyak. Pertumbuhannya juga cepat. Bahkan justru tanpa perlu penambahan cacing sutra atau pakan pabrikan lainnya yang proteinnya tinggi dan harganya mahal. Larva lele mamakan pakan alami, maggot, dan mahluk kecil lainnya yang muncul dari proses pembusukan bahan-bahan yang dicelupkan tadi. Tidak hanya berfungsi penghasil pakan alami ternyata bahan-bahan tersebut bisa berfungsi sebagai penghangat, pelindung baik dari panas maupun dari hujan. Seperti blarak dan gedebok pisang yang mengapung bisa sebagai tempat perlindungan larva lele. Pakan alami yang terus bergerak justru sangat baik untuk larva lele karena merangsang larva untuk memakan sesuatu yang bergerak. Sehingga hingga awal menetas hingga berumur 10 hari , larva tidak perlu diberi makan karena sudah didapat dari pakan alami yang terus muncul dan tumbuh. Setelah itu barulah dibiasakan dengan pakan yang kita buat sendiri dalam bentuk tepung agar dimakan dengan mudah oleh larva lele. Beberapa kasus terjadi telur yang tidak dibuahi akan menjadi racun. Tapi di tehnik pakan alami hal itu tidak terjadi karena sudah ada bakteri pengurai yang muncul dari bahan-bahan yang ditenggelamkan tadi.
Setelah dirasa cukup besar diantara ukuran 3-4 cm barulah bisa disortir dan dipindahkan ke kolam yang diberi perlakuan sama seperti kolam penetasan. Karena memang sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu.
Jadi sebetulnya pembenihan lele itu mudah dan budidaya lele itu mudah, murah dan hemat. Mari kita aplikasikan bersama.
Hingga saat ini kami baru mencoba membenih dengan pakan alami dengan 3 kolam dan alhamdulillah hasilnya larva tumbuh dan menetas dengan baik.Berikut kami postingkan gambar-gambarnya.








Semoga memberi inspirasi dan bermanfaat untuk kita semua.



36 komentar:

Anonim mengatakan...

mas,tolong d share donk,
Komposisi bahan yang digunakan & teknik pembuatannya?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Sudah ada di postingan kami dibawah. Silahkan ditelusuri. Terima Kasih

Randi Farm

Anonim mengatakan...

berapa banyak kotoran ayam, sapi, cemendil kambing yang digunakan

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

merata di semua kolam dan tipis2 saja...terutama ayam...

Anonim mengatakan...

Mohon infonya,
1. Berapa lama media (jerami, kotoran ayam, blarak, batang pisang dll) dibuat?
2. Jika media2 tersebut baru, apakah langsung bisa digunakan?
3. Jika menunggu media jadi, apakah airnya sudah berubah warna dan apakah ikan akan memijah?
3. Apakah pemijahan dilakukan dikolam tersebut?
4. Apakah menggunakan kakaban?
5. Apakah kakaban dipindahkan ke kolam lainnya, jika terlihat telornya banyak?
5. Bagaimana proses tergampang untuk penyortirannya?

Untuk informasinya,
terimakasih

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Baik Akan kami jawab satu persatu

1. Biarkan menjadi bank nutrisi didalam kolam...jadi tidak ada waktu berapa lama disimpan..

2. Khusus untuk kotoran sebaiknya dicari yang sudah jadi atau sudah tidak berbau..yang lainnya baru tidak masalah..

3.Akan ditandai dengan munculnya pakan alami, dan air sedikit hijau bening...

4. Hasil percobaan pemijahan dilakukan di dalam kolam tersebut dengan sistem suntik..

5. Kakaban diberikan ditengah kolam.

6. Kakaban jangan dipindahkan..dibiarkan saja..

7. Tidak ada yang gampang, yang terbaik buat metode sendiri penyortiran yang effektif..kalo kami masih konvensional saja..

Terima kasih

Randi Farm

Anonim mengatakan...

Terimakasih mas atas jawabannya, mohon info selanjutnya :
Dari uji coba mas randi, apakah didapat kesinpulan hub pakan, banyak benih dan media
1. Dengam kolam 2x3 berapa banyak media pembentukan yg dipakai
2. Berapa banyak media bahan baku digunakan untuk 10000 benih/kolam (benih 1 cm / 2 minggu)
3. Apa ciri yg terlihat dari ikannya jika pasokan pakan alaminya kurang

Terimakasih mas,
Adam

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@ Adam : Silahkan baca postingan di link berikut...mudah-mudahan bisa menjawab :http://www.randifarm.com/2012/04/pembenihan-ikan-lele-organik-dengan.html

Terima Kasih

Randi farm

Anonim mengatakan...

Terimakasih mas, share ilmunya.

Adam

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Adam : sama-sama..sukses untuk kita semua.. :-)

Agus Nugraha mengatakan...

Mas Randi,tolong infonya apa saja yang disediakan untuk memproses air kolam cepat matang:
1. kolam indukan
2. kolam pemijahan
3. kolam pendederan
apakah ketiga kolam tersebut butuh kompos, pupuk organik, gedebog dan pelepah pisang? nuwun

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Agus Nugrah :
Setelah air masuk baiknya didiamkan dulu 3-5 hari. setelah itu pemberian gedebok pisang, jerami, dan kompos selama 5 hari sesuai dosis di postingan ini. Setelah lima hari bahan diangkat semua dan sisakan 1 kompos didalam dasar kolam dan sedikit gedebok pisang di atas kolam sebelum ikan, benih, indukan masuk.

Terima Kasih

Randi Farm

Anonim mengatakan...

Mas randi, pemijahan tanpa cacing sudah dicoba. Benih saat ini uk 1-2.........
makasih mas,
Adam

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Adam :Alhamdulilah :-)..semoga bisa bermanfaat

Terima Kasih

Randi Farm

Bdjoe Eshwe mengatakan...

pa ndak bau airnya mas...

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Bdjoe : tidak pak...lebih baik lagi jika kompos dan kotoran ayamnya sudah terdekomposisi sempurna dan sudah tidak berbau..

Terima kasih

Randi Farm

Nugi Nandika mengatakan...

itu sampai berapa hari disitu pak? dari sejak menetas nya?

Anonim mengatakan...

Hmmm ..... Ilmunya mantap.
Hanya saja sebagai pemula pengen ilmu yang lebih detail. bagaimana kalo mas randy buat file dokumen tentang proses pemijahan dari A-Z dalam bentuk pdf yang bisa di download sehingga bisa jadi pegangan n gak harus ke warnet. nuwun

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Nugi : yang pernah dicoba..sampai besar bisa mas...karena pakan alami akan muncul terus..jangan lupa juga diberikan pakan pelet juga dengan porsi yang lebih kecil..

abdurrohman alkadiriy mengatakan...

Assalaamu'alaykum. Mhn ma'af Mas Randi kami mau konsultasi tentang pembenihan lele. Begini, sudah setahun lebih kami uji coba pembenihan lele namun selalu gagal sejak awal - awal pembenihan (hanya sebagian kecil saja yang bertahan hidup). Yang terakhir kami mencoba menggunakan pakan alami dari bahan cemendil kambing dan daun pisang kering (ditambah EM4), namun saat benih baru berumur 5 hari terjadi kematian masal beberapa saat setelah kolam terguyur air hujan. Yang ingin kami tanyakan :
1. Kapan seharusnya bahan pakan alami dimasukkan ke dalam kolam pembenihan ? Bolehkah bahan pakan alami diberikan kepada benih yang baru menetas ? (Kami memasukkan bahan pakan alami sesaat setelah telur menetas. Apakah hal ini salah ?)
2. Selama proses pembenihan apakah mutlak diperlukan suplai air mengalir ataukah cukup air tergenang saja tanpa perlu pergantian air ?
3. Bagaimana cara / syaratnya agar benih selalu sehat & tidak mudah mati ? Terima kasih atas penjelasannya.

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Abdurrohaman.

Waalaikumsalam..salam kenal mas abdurrohman..
Terkait pembenihan..kita kembali ke dasar-dasar mahluk hidup dulu..Seperti saat kita terlahir dulu berada. Bayi yang lahir ditempatkan di kondisi yang hangat, terlindungi, begitu pula larva dilingkungan yang terlindungi, namun cahaya tetap masuk, dan hangat. Begitu pula dengan kondisi tempat pembenihan ikan lele. jadi perlu di perhatikan sekali tempat pembenihan ikan lele kita. Baiknya berada ditempat yang terlindungi dari hujan atau pengaruh luar namun sinar matahari masih bisa masuk kedalam..jadi dengan suhu yang hangat larva juga bisa hidup dengan baik. Yang penting dimulai dari menjaga lingkungan kolam dahulu, semisal jangan langsung terkena air hujan, bisa ditutup dengan plasti bening.
1. Pakan alami sebetulnya saat benih menetaspun tidak masalah, akan terjadi rantai makanan yang baik untuk larva ikan.
2. Pergantian dilakukan jika dirasa kondisi air sudah rusak, seperti air berbau, larva sudah banyak yang mati atau strees..
3. Perbaiki lingkungan kolamnya dari pengaruh luar seperti hujan, suhu udara luar yang mudah berubah.

Terima Kasih

Randi Farm

abdurrohman alkadiriy mengatakan...

Salam kenal juga mas Randi. Alhamdulillah atas penjelasannya. Semoga ilmu mas Randi bermanfaat. Insya Alloh kami praktekkan. Terima kasih, semoga sukses salalu & Jazakumulloohu khoiron katsiiro.

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Sama-sama :-)

Anonim mengatakan...

mas apakah tidak berpengaruh sma pertumbuhan benih, soalnya dg usia seperti itu kebutuhan nutrisi dipenuhi dari cacing sutra,

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

cacing sutra salah satunya..kita ikuti kehidupannya di alam sebenarnya dimana benih-benih kecil akan memakan pakan alami yang lebih kecil lagi...jd sebetulnya ini modifikasi menciptakan pakan alami untuk benih lele yang masih kecil.

Terima kasih

Randi Farm

Ewa Sanqyu mengatakan...

air bersih yg di campur dengan air dari kolam pengkayaan pakan alami yg masih berbau apakah bisa di gunakan untuk bak penetasan ikan lele?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ewa : sebaiknya penetasan ikan lele dengan air bersih..nanti jika sudah menetas..air kolam pengkayaan bisa digunakan untuk pakan alami bibit lele yang baru menetas.

Terima Kasih

Randi Farm

Ewa Sanqyu mengatakan...

bagaimana denga sistem yg mas terapkan di atas? apakah airnya tidak berbau dengan semua bahan2 yg di gunakan tersebut? berapa lama perendamannya?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ewa : airnya akan berbau sampai 1 bulan..dengan pemberian probiotik bisa membantu mengurangi air yang berbau tersebut.

Terima kasih

Ewa Sanqyu mengatakan...

saya gunakan EM-4, mungkinkah kurang takarannya? Mas Randi ada saran untuk kolam pengkayaan pakan alami ukuran 1,5 X 4 X 60 ?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ewa : Kolam pengkayaan memang membutuhkan waktu lama dan akan selalu berbau karena selalu mengalami proses penguraian mas...tapi kaya akan pakan alami.

kresna mengatakan...

Mas randi, mw nanya apakah penambahan batang jagung itu wajib???.apakah ada pengaruhnya jika saya hanya menaruh jerami, kotoran sapi, batang pisang dan blarak saja...

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Kresna : Tidak wajib mas..jika tidak ada juga tidak masalah...kita fleksibel saja :-)

nur ozi mengatakan...

aslm, mau tanya nih mas randi,,?? kalu mau tebar benih yg masih umur 2 minggu di tempat yg teduh ( tdk terkena sinar matahari) apa berpengaruh sama pertumbuhan benih tsb, mas,,,??
teruz terang saya minat sama cara masrandi budi daya lele, soalnya petani ikan jatunya ya di pakanya, kalo pakan bisa buat sendiri kan lebih irit hehehe,,,!!!

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@nur ozi : Sebetulnya untuk ikan lelenya tidak masalah...tapi kolam yang tidak terkena sinar matahari lebih rawan akan bibit penyakit dan pertumbuhan pakan alami juga tidak baik..sehingga budidaya harus lebih diperhatikan tingkat sterilisasi benih yang datang dan air kolam...sinar matahari diperlukan sebagai pertumbuhan pakan alami dan fitoplanton untuk berfotosintesis..dan juga menjaga suhu air didalam kolam..

Terima Kasih

Randi Farm

candra mengatakan...

salam kenal mas,,
ini saya mau nanya??
1.berapa kg dalam pemberian media gedebok pisang dan jerami padi ke dalam kolam dengan panjang dan lebar nya 1m per segi.
2.jenis plankton apa saja yang tumbuh dalam peraian itu.
3.apakah dengan media tersebut tidak pempengaruhi pertumbuhan ikan mas..

Posting Komentar