Selasa, 03 Juli 2012

Penerapan Teknologi Nano dalam Budidaya Sayur Aquaponik Randi Farm




Lihatlah gambar diatas. Selada yang kami tanam di dataran rendah ini bisa tumbuh dengan subur dan lebatnya, padahal sesuai dengan kondisi lingkungan yang dikehendaki, selada menghendaki lingkungan yang sejuk.  Sedangkan gambar kedua menunjukka selada yang diberi perlakuan nano dengan yang tidak, sangat berpengaruh hasilnya. Dan di saat yang bersamaan kebutulan sayuran sawi putih kami terserang hama trips dan uret yang sangat ganas memakan sayuran daun. Namun selada kami dengan gagah perkasanya tumbuh dengan subur. Inilah yang telah kami coba di Rumah Plastik kami di Randi Farm Bobosan. Kami sedang menerapkan teknologi nano yang kami ujikan ke sayuran kami. Pemberian nutrisi tetap menggunakan tehnik Aquaponik dengan memanfaatkan air dari kolam ikan lele. Lalu..Bagaimana hal ini terjadi??? Apa itu teknologi nano???
Didalam wikipedia Nanoteknologi adalah mencakup pengembangan teknologi dalam skala nanometer, biasanya 0,1 sampai 100 nm (satu nanometer sama dengan seperseribu mikrometer atau sepersejuta milimeter). Istilah ini kadangkala diterapkan ke teknologi sangat kecil." 




Teknologi ini menciptakan bermilyar-milyar sel-sel kecil yang diaktifikan untuk membentuk pembersih super. "Tanaman-tanaman dan pepohonan, setelah disemprot dengan larutan Nano mengalami percepatan tingkat kegiatan fotosintesis. Ini kemungkinan besar disebabkan oleh molekul-molekul pembersih berskala-nano yang memungkinkan mereka untuk memasuki stomata daun-daun tanaman tersebut, yang membuatnya menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan energi dari matahari." ( aishahmohamadreg264.blogspot). Teknologi molukel mikro ini terbukti mampu meningkatkan produksi sayuran dan meningkatkan hasil. Informasi tentang peranan nano dalam meningkatkan hasil masih sebatas mampu mengisiensikan penyerapan nutrisi, memperbaiki dan mereproduksi kerusakan jaringan. Kami akan terus mencari tahu bagaimana sistem teknologi nano ini bisa meningkatkan hasil seperti contoh foto selada kami.

Saat ini Randi Farm baru mencoba teknologi ini diterapkan di sayur selada. Kami sedang menguji dan mengaplikasikan teknologi nano untuk sayuran lain. Pemberian nutrisi dan tehnik budidaya tetap hidroponik dan menggunakan nutrisi ikan lele. 



Terima Kasih

10 komentar:

fauzi Hp mengatakan...

bisa didapat dimana bos larutan nanonya

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Kami menjadi distributornya...silahkan hubungi kami mas fauzi di 085647613701

Terima Kasih

Randi Farm

Anonim mengatakan...

Mau tanya mas, maksudnya pemberian nutrisi dg tehnik budidaya tetap hidroponik dan menggunakan nutrisi ikan lele, itu artinya tanaman ini tidak dikasih pupuk gitu mas? Dan air yg mengak lir dari pot2 ini kembali kekolam lele?
Kalau memang gitu, berapakah jumlah ikan yg harus dipelihara dan luas kolam untuk menghidupi misalnya 100 tanaman selada ini?
Terima kasih mas Randy, suskes selalu...

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Betul pak..tehniknya tetep hidroponik, tapi sumber nutrisi tanaman tetap dari ikan lele.jadi tidak perlu ditambahkan pupuk kembali..Kecuali penambahan hormon seperti hormon nano juga bisa..
Terkait parameter yang digunakan..kita tidak melihat jumlah ikan yang dipelihara, tapi melihat kadar konsentrasi air dari kolam ikan. Minimal 750 ppm-1250 ppm untuk sayuran daun...selama perkembangannya air dari kolam ikan akan semakin tinggi konsentrasinya dengan penambahan pakan, dan kotoran dari ikan..Nah kita cukup melihat parameter konsentrasi air kolam ikan. Bahkan jumlah ikan hanya 100 pun asalkan kolam ikan konsentrasi nutrisinya sudah minimal 750 ppp bisa menghidupi 100-500 tanaman selada... :-)

Terima Kasih

Randi Farm

Sekerat mengatakan...

Bagaimana jiga air kolam terkena hujan apakah masih bagus juga untuk nutirisi, atau ada cara lain unt menentralkan kandungan air hujan yang ada dalam kolam ? dan apakah bila dibiarkan saja, tetap dipakai untuk nutrisi akan ada reaksi dari tananam.. misal daun menjadi lebih hijau muda ?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Sekerat : Air kolam saya juga terkena air hujan, tidak masalah..jika kolam terlihat banyak busa itu merupakan salah satu tanda keasaman kolam..bisa dinetralkan dengan kapur atau daun blarak...Di sistem hidroponik ada namanya konsentrasi larutan yang bisa kita ukur dengan alat yang murah...jadi dengan memperhatikan konsentrasi air kolam kita bisa menentukan apaka air kolam bisa digunakan untuk tanaman.

Terima Kasih

Randi Farm

Ewa Sanqyu mengatakan...

pengaplikasian air kolam pada lahan / wadah hidroponiknya bagaimana Mas?

Anonim mengatakan...

nutrisi apa yang dijadikan indikator yang minimal 750 ppp? kalau boleh tahu, alat ukur nya apa?

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Ewa dan Anonim : Kami menggunakan sistem terbuka, sehingga penyiraman dilakukan dan airnya menghilang ke media penanaman. Kami menggunakana TDS meter yang harganya sekitar Rp 135.000, yang menjadi indikator nutrisi dari air kolam ikan.

Terima Kasih

Randi Farm

babeh mengatakan...

salam kenal mas.. bisa minta alamat dan contact person ? terimaksih (ramanebrindil@gmail.com)

Posting Komentar