Kamis, 30 Agustus 2012

Parameter Asam Amino Dalam Pembuatan Pelet Ikan



Pembuatan pelet ikan merupakan pembuatan pakan terumit dari sebagian pelet lainnya seperti pelet unggas, kambing atau sapi. Karena pelet ikan akan bersentuhan langsung dengan air, termasuk daya cernannya dan persyaratan lainnya. Sering kali parameter yang diambil petani ikan dalam mengetahui kualitas pakannya yaitu dengan melihat proteinnya saja. Padahal jika dikaji dari penentuan kualitas pakan ikan, parameter yang diambil yaitu keseimbangan asam amino. Pakan yang memiliki asam amino seimbang antara asam amino essensial ataupun non essensial didukung dari tingkat ketercernaan yang baik akan menghasilkan pertumbuhan ikan yang baik dan juga menjaga kestabilan lingkungan air. Salah satu konsep pakan yang ramah lingkungan adalah pakan protein ideal. Protein ideal tidak hanya terkait dengan ketercukupan protein dalam pakan, tetapi juga mempunyai keseimbangan asam amino yang diperlukan ikan untuk pertumbuhannya. Kekurangan asam amino akan mengakibatkan asam amino tidak dapat digunakan sedangkan kelebihan akan menekan kadar asam amino lainnya sehingga produksi dan pertumbuhan ikan terganggu.
Ikan tidak memiliki kebutuhan protein yang spesifik tetapi mempunyai suatu kebutuhan definitif untuk asam-asam amino esensial pembentuk protein. Protein yang memiliki asam-asam amino essensial yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal dan performa yang optimal disebut konsep ideal (Miles & Champan,2007). Protein ideal berperan penting dalam menentukan kebutuhan nutrisi dalam pembuatan pakan karena memberikan rasio yang tepat antara jumlah asam amino yang diperlukan dengan nitrogen yang dieksresikan.
Salah satu parameter pengujian kimia untuk kualitas pakan dilakukan untuk mengukur kualitas bahan baku pakan. Metode ini akan menentukan kualitas protein berdasarkan kemampuan cerna ( kemudahan cerna oleh protease) ; kualitas lemak berdasarkan ketengikan hidrolitik atau oksidatif ; pengujian bahan baku pakan terhadap kandungan zat anti nutrisi, seperti gossypol , glucosinolates, atau asam fitat.
Skor kimia merupakan salah satu evaluasi kimiawi yang dilakukan untuk membandingkan kandungan asam amino yang terdapat didalam protein bahan baku pakan dengan protein telur. SEMAKIN DEKAT JENIS DAN JUMLAH ASAM AMINO DALAM BAHAN BAKU PAKAN DENGAN JENIS DAN JUMLAH ASAM AMINO DALAM PROTEIN TELUR BERARTI SEMAKIN BAIK KUALITAS BAHAN BAKU TERSEBUT. Salah satu asam amino yang biasa digunakan sebagai parameter pengukuran adalah LYSIN dan METIONIN .Dengan persamaan dimana Asam Amino dalam protein bahan baku pakan dibagi dengan Asam amino dalam protein telur (g) dikalikan dengan 100%. Sehingga selain parameter berupa memiliki kandungan air 10-12% untuk keawetan bahan baku, protein 25-40% sebagai acuan baku protein, karbohidrat 10-12% namun beberapa sumber karbohidrat kisaran 28%, kandungan lemak <8% dengan optimal di 5%. Ikan mampu mencerna pakan lebih effisien jika jumlah komponen lemak ditambahkan dan kenaikkan kandungan lemak dalam pakan mempengaruhi daya cerna protein. Serat kasar optimal yaitu 6%. Kadar pakan dengan serat lebih dari 8% akan menyebabkan pelet susah dicerna. sedangkan kadar serat dibawah 6% akan menyebabkan tergangunya asimilasi nutrien. Sebab, kandungan serat berfungsi untuk memperbaiki asimilasi nutrient. Asam amino yang biasa digunakan sebagai parameter yaitu Lysin karena hampir semua digunakan untuk pertumbuhan protein tubuh. Selain itu, lysin tidak mengalami metabolisme lebih lanjut dalam jalur metabolisme menjadi senyawa lain atau pemeliharaan tubuh.
Jika kita bisa ambil kesimpulan parameter yang digunakan sebagai kualitas bahan baku pakan ikan yaitu :
  1. Protein : 25-40%.
  2. Karbohidrat : 10-12% bisa 28%.
  3. Lemak <8 optimal di 5%.
  4. Kandungan air : 10-12%
  5. Serat Kasar : 5-8% optimal di 6%.
  6. Asam amino pakan mendekati dengan asam amino telur dengan parameter Lysin dan Metionin.
  7. Dan diperhatikan parameter lain seperti kadar abu, kestabilan pelet dalam air, gross energy dll.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih


0 komentar:

Posting Komentar