Minggu, 28 April 2013

Evaluasi Pakan Apung dan Perbaikan Formula Pakan Randi Farm


Hasil evaluasi pakan kami mulai bulan februari hingga april didapat kesimpulan sebagai berikut :

  1. Walaupun protein tinggi, beberapa petani mengeluhkan warna air yg cepat kotor hasil menggunakan pakan kami. Penyebab kotor dikarenakan bahan kopra yang terlalu banyak.
  2. FCR masih tinggi di 1,2-1,5 paling tidak 1 untuk standar pabrikan.
  3. Rasa pakan yang masih terlalu asin akibat dibuat dengan menggunakan tepung ikan asin sehingga nafsu makan ikan kurang.
  4. Untuk pemberian pakan kami di kolam yang mengalir atau kolam sirkulasi untuk ikan mujaer, nila, bawal, yang di uji coba di purwakarta hasilnya baik dan pertumbuhannya bagus.
  5. Untuk pemberian pakan kami untuk dijadikan pasta untuk sidat hasilnya bagus di Yogyakarta.
Hasil dari saran dan kritik yang kami dapat selanjutnya pada pakan ikan kami akan kami perbaiki dengan formula sebagai berikut :
  1. Bahan baku tepung ikan mencapai 40% dari total bahan baku yang dibuat dengan mengurangi bahan kopra.
  2. Tepung ikan yang digunakan untuk bahan baku pakan kami , berasal dari tepung ikan tawar.
  3. Kami tidak menggunakan bahan proaminosin karena terlalu asin.
  4. Sebagai sumber herbal, vitamin dan antibiotik alami kami memberikan ekstrak daun pepaya di pakan kami. 
  5. Penambahan harga jual pakan menjadi Rp 5750/kg dikarenakan harga bahan baku sumber protein meningkat. 
Kami segera postingkan hasil uji lab pakan kami. Dan akan kami update berita terbaru mengenai pakan kami. Terima Kasih

Randi Farm

15 komentar:

Anonim mengatakan...

daun pepaya apa gk bawa rasa pait gan?skedar info yg sya trima dr petani lele organik kl ikan rucah dsemarang hrganya 1000/kg....

Anonim mengatakan...

Sekilas cerita tentang percobaan pembuatan pelet apung yang saya ketahui. Untuk mulai mencoba membuat pelet apung saya membeli alat mesin bekas di pasar templek Blitar. Mohon maklum karena saya tidak punya modal untuk membeli mesin pelet apung, jadi saya mencoba untuk merakitnya sendiri. Tahapan membuat pelet apung yang saya ceritakan kira-kira kurang bisa lepas dari proses Pencampuran ( Mixing ), Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning), Pencetakan ( Extruding ), Pendinginan ( Cooling ).
Karena sedikitnya modal, saya mencoba potong kompas, proses yang saya lalui hanya Pencampuran ( Mixing ), Pencetakan ( Extruding ), Pendinginan ( Cooling ) dan hasilnya masih gagal. Disini mau lanjut lagi modal sudah habis. Tapi saya masih yakin tanpa melalui proses Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) pelet masih bisa mengapung.
Lanjut lagi, Proses pencampuran ( mixing ) harus digunakan agar berbagai macam bahan pelet dapat benar-benar tercampur homogen. Dan sedikit proses yang tidak saya lalui yaitu Pengaliran Uap / Steaming (Conditioning) atau bahasa mudahnya dikukus, berfungsi agar masing-masing partikel bahan termodifikasi matang dan mengembanf karena melepaskan gas CO2. Gas CO2 tersebut yang akan berfungsi sebagai pembuat pori-pori dalam pelet agar mengapung. Mungkin kalau ada cara lain untuk mengapungkan saya belum tahu, yang saya ceritakan adalah yang pernah saya coba.
Penambahan Jumlah kadar air kira-kira yang umum digunakan sekitar 4%-8% tergantung jenis bahan yang digunakan. Yang penting penambahan air dapat melembabkan bahan penyusun pelet, bukan basah. Dan agar bahan pelet terbantu mengembang saya memilih menggunakan Baking Powder atau memakai soda kue. Pernah saya mencoba memakai ragi saf instan, tetapi ikan nila tidak mau makan karena terasa kecut, hal ini terjadi karena proses fermentasi dari ragi tersebut. Agar proses fermentasi berhenti bisa saja dioven tapi saya kurang nyaman karena khawatir menambah kerusakan nutrisi bahan . Pelet hasil fermentasi untuk ikan gurami mau makan meski tanpa penambahan minyak ikan.Ada juga agar pelet mengapung menggunakan bahan jagung, dengan jumlah pemakaian sekitar 10-20 %, logikanya jagung bila terkena panas mengembang seperti popcorn, saya belum pernah mencobanya.
Dari sinilah saya kurang mantap memilih pelet apung, pernah ada teman tanya, mengapa kamu coba merakit mesin pellet apung kalau kurang suka ? saya jawab karena orang lebih suka mesin mahal, dan dari mahalnya orang lebih yakin manfaatnya. Menurut saya, logika liniernya memang jalan fungsi pelet apung adalah untuk mudah dicernakan karena sudah matang dan steril karena sudah melewati pemasakan. Tetapi seperti ada yang mengganjal, karena rasanya seperti membuatkan kue untuk ikan, kue itukan flavournya enak,lezat dan pada umumnya crispy. Tetapi apa benar nutrisinya masih bagus dalam pelet apung tersebut bila telah melewati berbagai proses pemanasan seperti dalam proses steaming, extruding dan kadang ada yang masih pasang pengering oven?. Lepas dari itu semua, menurut saya pelet apung lebih berfungsi sebagai media pembawa obat atau suplemen, yaitu diberikan dengan cara disemprotkan atau direndam dalam larutan suplemen atau obat.
Lanjut lagi, bahan pengembang Baking Powder umumnya digunakan 0,3%-0,4% tergantung bahan penyusun peletnya. Bahan akan lebih mengembang bila ditambahkan Tepung Terigu Cakra, karena kadar amilosanya yang rendah dan kandungan glutennya yang tinggi. Dalam ilmu Kue semakin tinggi kadar gluten maka semakin besar mengembangnya bahan.

Anonim mengatakan...

Tahap berikutnya pencetakan ( Extruding ), yang saya ketahui pencetakan menggunakan alat extruder dan tentang granulator saya belum pernah mencoba. Mungkin kalau ada yang ingin mencoba membuat alat granulator sederhana bisa memakai mesin bor diberi mata pengaduk. Kemudian bahan diaduk dalam tabung (Barrel) dengan posisi horizontal sambil dialiri air, volume air disesuaikan, semakin banyak air semakin besar bentuk granulnya. Dan agar hasil bulat sempurna, bahan yang sudah mulai terbentuk keluar tabung langsung masuk ke rotary dryer. Kemudian di ayak ( screening ) untuk mendapatkan hasil granul ang diinginkan, kalau terlalu besar digiling lagi.
Lanjut lagi, extruder yang saya ketahui ada dua macam yaitu tipe roda dan tipe ulir ( screw ), extruder tipe roda prinsip kerjanya bahan didorong keluar cetakan ( dies ) oleh roda yang berputar. Sedangkan extruder tipe ulir yaitu membawa bahan kemudian dipadatkan diujung dies. Bedanya ada proses membawa bahan oleh kerja ulir, disini kerja ulir akan menghasilkan panas dan tekanan yang tinggi. Panas dihasilkan oleh kecepatan tinggi kerja ulir yang membawa bahan bergesekan dengan dinding tabung (barrel). Tekanan tinggi berasal dari pemampatan bahan yang akan keluar cetakan ( dies ). Karena sudah ada panas dan tekanan yang tinggi saya tidak menggunakan proses pengaliran uap. Bahan pellet akan mengembang dengan sendirinya karena panas dan beda tekanan pada waktu keluar cetakan. Disini kerja ulir yang saya buat mempunyai kecepatan putaran sekitar 3dtk-5dtk untuk satu kali proses membawa bahan sampai keluar cetakan.
Pendinginan ( Cooling ) dibutuhkan karena biasanya kadar air dalam pelet masih tinggi. Saya tidak memakai pengering ( Oven ) karena khawattir merusak nutrisi bahan pelet, selain itu pelet akan keras bila di oven. Pendinginan menggunakan tabung yang di putar agar pengoperasian dapat berkelanjutan, dan kemudian di hisap oleh vacuum fan agar uap air dapat terambil maksimal. Sebaiknya sebelum pendinginan disemprot ( fogging ) minyak ikan, karena kadang ikan tidak mau makan bila tidak ada bau perangsang minyak ikan. Bila ada yang ingin mencoba merakit mesin pelet perhatikan dan hitung dengan cermat tentang perkiraan Tenaga dan rasio putaran mesin, bentuk,panjang dan diameter ulir serta jumlah lubang cetakan.
Sebelum anda mencoba membuat pelet atau budidaya ikan pastikan budget sudah benar-benar anda siapkan. Karena kalau bisa jangan seperti yang pernah saya alami, semua usaha membutuhkan proses, kesabaran dan keuletan kunci sukses usaha anda. Saran saya pastikan semua aspek bentuk pemasaran produk sudah anda kuasai, karena yang paling penting konsumen yang menentukan. Buat apa membuat mesin bila hasil pelet tidak sesuai dengan harapan, contoh kegagalan yang paling sering terjadi yaitu ternyata pertumbuhan bobot ikan budidaya tidak sesuai dengan harapan.

Manavnaya mengatakan...

Siip untuk bang randy. Mudah-mudahan sukses uji pakan apungnya. dan untuk yang koment dengan nama ANONIM yang posting tentang proses pembuatan pakan apung, You jangan ngacau. Kalou You merasa iri coba bersaning dengan sehat dong. Okeeeeeey

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

@Anonim : :-) Terima Kasih atas penjelasan yang sangat rinci..luar biasa.Tp hingga sekarang pelet apung buatan pabrik masih menjadi andalan. Paling tidak kita terus berusaha membuat suatu pakan yang mendekati minimal bisa menjadi alternatif. Hampir semua pelet pabrik yang unggul baik di dalam dan luar negeri dalam bentuk pelet apung. Jadi kita harus bisa membuat pelet apung dengan harga murah dan tidak memberatkan petani. Dan alhamdulillah sejak saya postingkan komentar kami..sudah ada petani yang merasakan hasil yang lebih baik dari pelet kami sebelumnya. Bahkan lebih umum untuk ikan nila, ikan mas, ikan bawal dan sidat. :-). Terima Kasih

@Manavnaya : Terima Kasih...ilmu memang sebaiknya di informasikan dan kita bisa mengetahui sisi positif dan negatifnya agar kita bisa evaluasi dan menghasilkan produk yang lebih baik lagi. :-)

Anonim mengatakan...

kl kolam mereka keruh atau apa sajalah faktor utamanya adalah niat mncari laba yg tinggi,so jg salahin pak bosnnya jika pakan buatannya bikin inilah bikin itulah...namanya jga murah yg pnting ngggggak murahan amat

RANDI FARM PURWOKERTO AQUAPONIK-HIDROPONIK mengatakan...

Beberapa testimoni petani yang mencoba..hasilnya sudah baik walaupun warna air kolam keruh. Kami sangat sarankan jadikan pakan kami sebagai alternatif atau oplosan dengan pakan pabrikan.Bukan sebagai pakan utama supaya bisa membantu mengurangi biaya operasional pakan. Oplosan dengan pelet pabrikan bisa 70:30 atau 60:40 atau 50 : 40 dicoba dahulu. Saya sangat sarankan petani mencoba dan mencari sistem terbaik disetiap kolamnya.

Terima Kasih

Randi Farm

Obat Tradisional Tumor Mata mengatakan...

makasih

Obat Herbal Herpes Genital MUJARAB mengatakan...

terimakasih infonya

Obat Penyakit Lambung Bocor HERBAL AMPUH mengatakan...

mantap infonya

Pengobatan Penyakit Rubella mengatakan...

Artikelnya sangat bagus dan bermanfaat ,sukses selalu

Pengobatan Herbal Tukak Lambung mengatakan...

Artikelnya sangat kreatif ,dan bermanfaat .. Terimakasih dan sukses selalu

Obat Herbal Glaukoma Akut mengatakan...

Artikel anda sangat berkualitas dan bermanfaat, terus berkarya gan .... Ma'aing we ah !!!

Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah mengatakan...

Artikel anda sangat bermanfaan dan berkualitas ,, semoga terus berkarya dan kreatif .. (wadul)

Anonim mengatakan...

Semangat pak

Posting Komentar