Rabu, 26 Maret 2014

Fermentasi Aspergillus niger untuk menaikkan kadar protein bahan pakan


Semakin banyak petani ikan yang mengeluhkan harga pelet pabrikan semakin tinggi harganya, sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan nilai jual ikan yang pantas ditingkat tengkulak. Kini petani ikan semakin cerdas untuk berusaha membuat pakan ikan sendiri. Namun teknologi seperti pakan pabrikan dengan menggunakan mesin ekstruder penghasil pelet apung dirasa sangat mahal harganya. 
Saya membaca artikel tentang keberhasilan BBPBAP Jepara yang dilakukan Erik Sutikno dalam menghasilkan pelet apung. Sayangnya informasi, gambar, dan tatacara yang diinformasikan sangat sedikit. Pakan menjadi apung dengan metode fermentasi sangat logis karena dalam proses fermentasi hasil buangan berupa gas akan terperangkap didalam adonan pelet. Saya semakin tertarik untuk mengetahui kapang Aspergillus niger ini. Setelah saya telusuri ternyata kapang yang satu ini memiliki banyak keunggulan dan sudah diuji cobakan dalam beberapa penelitian.
Aspergillus niger adalah kapang  anggota genus Aspergillus,  famili  Eurotiaceae, ordo Eutiales, sub-klas Plectomycetetidae, kelas Ascomycetes, sub- divisi Ascomycotina dan divisi Amastigmycota. Aspergillus niger mempunyai kepala  pembawa konidi yang besar, dipak  secara padat, bulat dan berwarna hitam  coklat atau ungu  coklat. Kapang ini mempunyai bagian yang khas yaitu hifanya berseptat, spora yang bersifat aseksual  dan tumbuh memasang di atas stigma, mempunyai sifat aerobik, sehingga dalam  pertumbuhannya mememrlukan oksigen dalam jumlah yang cukup. Aspergillus niger termasuk mikroba mesofilik dengan pertumbuhan maksimum pada suhu 35 °C - 37 °c.  Derajat keasaman untuk pertumbuhan mikroba  ini adalah  2 - 8,8 tetapi  pertumbuhannya akan lebih baik pada kondisi asam atau pH yang rendah.
Aspergillus niger memiliki enzim urease yang dapat mengoksidasi urea menjadi ammonium dan karbondioksida. Ion ini selanjutnya digunakan untuk pembentukan asam amino (beberapa penelitian dalam meningkatkan kualitas bahan baku menggunakan urea untuk menaikkan protein). Sintesa enzim oleh Aspergillus niger memerlukan ketersediaan asam amino yang berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan. Bahan pakan yang diferementasikan dengan Aspergillus niger kandungan proteinnya bervariasi tergantung dari tingkat fase pertumbuhan kapang.
Beberapa penelitian yang dilakukan menggunakan Aspergillus niger yaitu
  1. Penelitian yang dilakukan gunawan dan sundari (2003) yaitu fermentasi onggok untuk pakan ayam pedaging sampai 12% dalam ransum.
  2. A.Niger dapat meningkatkan kadar protein ubi kayu dari 1,7% menjadi 17,8% melalui proses fermentasi selama 7 hari dan penambahan N anorganik, berupa urea dan ammonium sulfat.
  3. A. Niger dapat meningkatkan ketersediaan mineral phospor dalam ransum yang dapat digunakan bagi pertumbuhan ayam pedaging.
  4. Penelitian yang dilakukan Edhy dan Zulfikar (2004) fermentasi Limbah Sawit Fermentasi dengan kapang Aspergillus niger selama  4 hari menghasilkan kandungan  protein kasar dan serat kasar yang paling  baik, yakni 23,43 persen dan 17,31 persen, walau pada hitungan secara statistik tidak berbeda nyata dengan fermentasi Aspergillus niger selama  6  hari.  Ransum dengan kandungan 10% Limbah Sawit Fermentasi dan 10% Limbah  Kepala Udang/kg bahan memberikan hasil terbaik untuk  rata-rata  pertambahan bobot badan ayam pedaging.
Keunggulan yang luar biasa dari kapang ini menginspirasi saya untuk mencoba membuat pakan ikan dengan fermentasi ini diharapkan hasilnya bisa menjadi pelet apung dengan kandungan protein yang tinggi. Saat ini saya jual menjual kapang Aspergillus niger dengan harga  Rp 60.000/kg. Dosis penggunaannya yaitu 80 gram untuk 10 kg pakan (hubungi 085647613701). Kapang ini juga bisa didapat secara gratis sebanyak 100 gram dengan mengikuti pelatihan yang akan kami adakan hari minggu pelatihan pembuatan pakan



  
Semoga informasi ini bisa bermanfaat terima kasih




0 komentar:

Posting Komentar