Jumat, 11 April 2014

Perhitungan komposisi pembuatan pelet sederhana dengan fermentasi Aspergillus niger


Kita sudah mengetahui kemampuan kapang aspergillus niger yang mampu meningkatkan kadar protein bahan baku. Postingan ini akan menjelaskan kembali lebih rinci dengan data protein dan perhitungan untuk mendapat kadar protein tinggi dari pelet yang kita buat.
Dalam pembuatan pelet ikan parameter gizi yang paling diperhatikan yaitu nilai protein. Namun tidak hanya parameter kadar protein yang dilihat, yang lebih penting adalah kandungan asam amino dari bahan dan kemampuan bahan dalam memberikan protein yang mampu diserap oleh ikan. Pembahasan nilai gizi yang lebih dalam dari pelet yang kita buat akan kita bahas selanjutnya. Postingan ini untuk mengetahui dengan perkiraan  nilai kandungan protein dari pelet yang kita buat. 
 Beberapa bahan baku yang sudah banyak diuji cobakan dengan fermentasi Aspergillus niger yaitu :
  1. Onggok / Gaber/ Ampas singkong : Onggok merupakan hasil sampingan dari tepung singkong atau tepung tapioca. Bahan ini awalnya sebagai limbah karena mengandung protein yang rendah dan serat yang terlalu tinggi. Namun sekarang dengan penelitian lebih dalam dan uji coba fermentasi dengan Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 2% menjadi 18%.
  2.  Kopra : merupakan hasil sampingan dari minyak kelapa. Bahan ini memang masuk kategori dari bahan protein namun tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 22,3%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkarkan kadar protein dari 22,3% menjadi 30,3%.
  3.  Bungkil sawit : bahan ini lebih banyak didapatkan dari perkebunan sawit di sumatera atau Kalimantan. Bahan ini sama seperti kopra tergolong bahan protein yang mendekati batas bawah yaitu 19,9%. Dengan uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan masa fermentasi selama 4 hari mampu meningkatkan kadar protein dari 19,9 menjadi 27,1%.

Saya masih mencari data uji coba fermentasi Aspergillus niger dengan bahan bekatul, jagung giling, ampas tahu, polar dll. Sehingga akan ada update terkait fermentasi bahan dengan kapang ini.
Sebagai asumsi ditempat saya di cilacap- purwokerto bahan-bahan yang mudah saya dapatkan yaitu tepung ikan, onggok, bekatul, jagung giling, kopra. Tujuan utama dari pelet yang kita buat yaitu pelet mampu mengapung dan memiliki nilai protein tinggi. Sehingga bekatul dan jagung tidak saya masukkan. Bahan perekat sekaligus pengapung saya menggunakan Onggok dengan asumsi sudah difermentasi sehingga kadar proteinnya 18%. Selain itu saya juga menggunakan bahan kopra dengan fermentasi  asumsi 30%. Dan bahan terakhir yaitu tepung ikan dengan asumsi tepung ikan kualitas standar 45% dan bahan protein tinggi (ajitein, proamite, prosin, lysine, metion dll). Perhitungan menggunakan metode bujung sangkar untuk mendapatkan pelet dengan kadar protein 30%.
Asumsi :

  1. Kadar Protein pelet yang diinginkan 30%)
  2. Onggok  kadar protein ( 18%)
  3. Kopra kadar protein (30%)
  4. Tepung Ikan kadar protein (45%)
  5. Bahan Protein tinggi  memiliki kadar protein (55%)
  6. Bahan basal hanya dari onggok sebagai sumber karbohidrat, perekat dan pengapung yaitu 18%.
  7. Bahan protein gabungan dari kopra, tepung ikan dan bahan protein tinggi dengan dosis :

·         Kopra 45%
·         Tepung ikan 45%
·    Protein tinggi 5% ( bahan protein tinggi biasanya diberikan terbatas karena memilki efek kurang baik jika berlebihan)
·         Rata-rata protein bahan baku dari 3 jenis bahan tersebut adalah 38,75%

Perhitungan
  1. Basal : (38.75%-30%) = 8,75 à {(8,75/ 20,75) x 100%} = 42,1%
  2. Protein : (30% -18%) = 12 {(12/20,75) x 100%} = 57,8%
Hasilnya dosis setiap bahan baku jika diramu sebanyak 100 kg adalah :

  1.  Onggok = 42,15 % = 42,15 kg
  2.  Kopra = (0,45 x 57,8) = 26,01 kg
  3.  Tepung Ikan = ( 0,5 x 57,8) = 28,9 kg
  4. Protein tinggi = ( 0,05 x 57,8) = 2,89 kg

Formula ini menghasilkan pelet dengan kadar protein kurang lebih 30% dan mampu mengapung selama 4-6 detik. Menggunakan mesin pelet sederhana.Belum kami ujikan langsung dengan hasil lab uji proksimat namun informasi ini sebagai gambaran untuk membuat pelet sederhana namun tetap berkualitas. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Terima Kasih

0 komentar:

Posting Komentar