Sabtu, 19 Juli 2014

Bertani Terpadu Skala Rumah Tangga (Bagian 4. Komposter pengurai kotoran dan sisa sayuran)






Sistem pertanian terpadu memerlukan tahap dimana terjadi proses penguraian bahan yang molekulnya lebih besar menjadi lebih kecil dan terjadi perubahan energi. Salah satu tahapan yang penting didalam sistem pertanian terpadu yaitu proses pengomposan dengan  alat yang biasa disebut komposter. Prinsip sederhana yaitu bahan sisa organik kita masukkan ke dalam ruangan tertutup namun tetap ada udara keluar, dengan dibantu bakteri pengurai EM4 sebagai agen perombak bahan baku limbah peternakan baik dari kelinci, ayam dan ikan. Dengan dimasukkan kedalam drum ini bahan limbah akan diuraikan oleh bakteri pengurai namun tidak menghasilkan bau yang terlalu menyengat, sehingga masih terlindungi.
Proses komposter ini menghasilkan tiga output yaitu

  1. Bahan cair organik, 
  2. Bahan cair padat dan 
  3. Larva maggot Black Soldier Fly.

 Akan kami jelaskan satu persatu tahapan yang saya terapkan.
A. pengumpulan bahan baku limbah pertanian baik dari feses dan urine kelinci maupun kotoran ayam, sisa pakan dari kelinci, dan sisa akar dari rumput padi yang tidak dimakan, sisa sayuran hasil hidroponik. Setelah itu bahan disemprot secara merata dengan campuran 250 ml EM4 + 250 ml molase + 1 liter air.





 B.Pengomposan bahan baku didalam drum komposter



C. Selama 2 minggu akan menghasilkan bahan pupuk cair organik, pupuk cair organik dari komposter terlebih dahulu di beri aerasi untuk mengurangi bau dan mempercepat proses penguraian pupuk organik cair. Saya menggunakan aerator untuk memberikan oksigen didalam pupuk organik cair.



Pemberian aerasi untuk pupuk organik cair



D. Menghasilkan larva Black Soldier Fly (maggot). Proses komposter juga menghasilkan ouput lain yaitu maggot atau larva Black Soldier Fly. Maggot ini muncul dengan sendirinya didalam drum. Maggot sangat baik sebagai sumber protein ikan dan ayam. Berikut gambar dan proses pemanenan maggot BSF.







E, Bahan Pupuk Padat. Bahan ini yaitu bahan padatan hasil dr komposter yang sudah matang. Bahan ini dicampur dengan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 digunakan sebagai media penanaman hidroponik organik didalam sayuran hidroponik. Bahan pupuk padat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan biogas untuk kita ambil gas metana dan menghasilkan pupuk organik.






Tahap komposter menghasilkan 3 output yaitu Pupuk cair Organik untuk nutrisi hidroponik organik, Pupuk padat sebagai sumber media hidroponik organik serta bahan baku biogas, dan larva  maggot BSF. Selanjutnya akan kita bahas pembuatan biogas didalam sistem pertanian terpadu skala rumah tangga bagian 5. Terima kasih


0 komentar:

Posting Komentar