Jumat, 10 Oktober 2014

Tips dan Trik Membuat Pelet Apung Menggunakan Mesin Cetak Pelet Randi Farm






Postingan ini kami buat untuk para pembudidaya ikan yang mulai mencoba membuat pakan sendiri dan uji coba formulasi pakan. Kami sangat mendukung dan mendorong para pembudidaya ikan untuk bisa mandiri membuat pakan sendiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di sekitar.

Semakin tingginya biaya operasional pakan dengan tidak diimbangi dengan harga jual di pasar menjadikan usaha perikanan semakin kecil keuntungannya. Namun para petani mulai mencoba alternatif dengan membuat pakan ikan sendiri agar keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Bagi para petani ikan yang mulai membuat pakan kami berikan langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam membuat pakan ikan. 

  1. Survey bahan baku disekitar lokasi. Membuat pelet sendiri artinya anda harus mandiri dalam penyediaan bahan baku pelet. Bahan baku harus selalu kontinyu dan berlanjut. Hindari bahan baku yang tersedia hanya musiman. Survey bahan baku bertujuan untuk mengetahui bahan baku yg bisa digunakan dan harga per kg nya. Tujuannya anda bisa menghitung biaya operasional per kg pembuatan pelet. 
  2. Membuat formulasi pelet sendiri. Setelah anda melakukan survey bahan baku, bagi bahan baku menjadi dua bagian yaitu bahan baku protein (bahan baku yg kadar proteinnya diatas 20%) dan bahan baku basal (bahan baku yang kadar proteinnya dibawah 20%). Kemudian buatlah formulasi sendiri sebagai contoh : bahan protein 60% dan bahan basal 40% atau 70% bahan protein dan 30% bahan basal.Buatlah beberapa sampel dengan beberapa formula sebagai uji coba.
  3. Uji coba pelet sendiri ke ikan. Setelah anda membuat beberapa formula pelet yang sudah dibuat langkah selanjutnya yaitu uji coba ke ikan. Uji coba harus dilakukan untuk mengetahui apakah pelet yang dibuat termakan sempurna oleh ikan atau tidak. Jika memang termakan apakah pelet yang kita buat mampu memperbesar ikan atau tidak. Jika pelet yg anda buat termakan sempurna dan terjadi pertambahan bobot pada ikan. SELAMAT ANDA BERHASIL...tehnik yang paling sederhana menguji pelet kita yaitu dengan uji pembesaran di kolam aquarium. Awalnya ambil sampel 1 kg ikan benih ikan lele lalu masukkan kedalam aquarium. Lalu selama 1-2 minggu pelihara dengan memberi pelet yang kita buat. Jangan lupa catat berapa banyak pelet yang sudah diberikan ke dalam aquarium Kemudian setelah 1-2 minggu timbang untuk didapat selisihnya. Sebagai contoh : bobot awal tebar bibit 1 kg, setelah satu minggu kita timbang didapat bobot 1,5 kg. pelet yang sudah diberikan sebanyak 0,5 kg..sehingga dalam 1 minggu terjadi kenaikan bobot 0,5 kg dengan pelet yang diberikan sebanyak 0,5 kg. Jika uji coba dalam aquarium berhasil, bisa dilanjutkan dengan uji coba kolam luar dengan menggunakan beberapa kolam dulu, jangan semua kolam. Tujuannya untuk didapat hasil yang betul-betul pasti dari pelet dan jika memang ada kekurangan bisa diperbaiki dengan tidak terlalu banyak menghabiskan biaya. (KAMI SARANKAN MULAI UJI COBA DENGAN KOLAM KECIL DAHULU).
Tips dari kami dalam pembuatan pelet dengan menggunakan mesin cetak pelet kami.
  1. Perbanyak bahan baku sumber protein hewani. Tepung ikan sumber bahan protein hewani yang baik untuk ikan. Pencernaan ikan dirancang untuk menyerap protein lebih tinggi .Kami sarankan menggunakan tepung ikan dengan kualitas yang baik, tepung ikan tawar dan tanpa campuran. Tepung ikan termasuk bahan baku yang bisa kontinyu berlanjut dan bisa didapatkan di sekitar. Jika memang harus dikirim dari jauh pastikan uji coba pelet ikan berhasil menggunakan tepung ikan dengan skala kecil. Bahkan jika memang bisa mendapatkan tepung ikan dengan kadar protein 38-40% dengan formulasi bahan pengapung dan perekat aci sudah cukup untuk bisa membuat pelet ikan. Tepung ikan yang baik komposisinya sudah lengkap untuk pelet ikan, hanya perlu bahan tambahan lain agar mengapung dan merekat untuk pelet ikan.
  2. Semua bahan baku dalam bentuk tepung dan perlu perekat (bahan perekat : aci, tepung terigu, tepung singkong, tepung sagu). Semua bahan baku yang kita dapatkan dalam bentuk tepung tujuannya selain bisa disimpan dalam waktu lama, bahan tepung lebih mudah terserap oleh pencernaan ikan. Dalam pembuatan pelet juga menghendaki bahan tepung agar perekatan aci dan pengapungan bisa terjadi. 
  3. Bahan baku di fermentasi. Fermentasi selain berfungsi memecah molekul besar menjadi molekul kecil di bahan baku juga berfungsi menambah aroma pada bahan baku. Fermentasi juga meningkatkan proses penyerapan pelet pada pencernaan ikan.
  4. Pengaturan Pemberian air saat pencampuran yang pas. Mesin cetak pelet kami menggunakan gilingan daging sebagai pencetaknya. Mesin ini menghendaki bahan yang agak licin agar proses jalannya pelet tidak seret. JIKA TERLALU SEDIKIT DALAM PEMBERIAN AIR MAKA PELET YANG KELUAR AKAN LAMBAT, SERET  DAN TIDAK KELUAR PELETNYA. KEMUDIAN MESIN MATI AKIBAT TENAGA YANG MELEBIHI KAPASITAS. NAMUN JIKA PEMBERIAN AIR SAAT PENCAMPURAN BAHAN BAKU BERLEBIHAN PELET YANG TERCETAK AKAN SEPERTI GETUK, LENGKET, DAN MENGGUMPAL. 
  5. Pengukusan bahan pelet yang siap cetak. Setelah formulasi dan pencampuran dengan pemberian air dilakukan, perlu dilakukan pengukusan dalam waktu yang singkat saja sekitar 30 detik. Pengukusan dilakukan bertahap sedikit demi sedikit, jika terlalu lama di kukus akan menambah kadar air di bahan. Pengukusan dilakukan untuk mendapatkan panas yang cukup agar bahan perekat yang terkandung didalam pelet mencair dan menjadi lem, sehingga akan merekatkan pelet yang dibuat. 
Tips sederhana mencetak pelet yang lebih kecil atau pemotongan yang lebih kecil dan lebih rapi.

Menggunakan pisau pemotong. 
 
 
 
Menggunakan gerakan tangan memutar

 
Menggunakan gerakan tangan memutar dengan  tampah jaring. Tehnik ini pengembangan dari tehnik selanjutnya diatas. Caranya setelah pelet tercetak seperti metode pisau pemotong atau metode gerakan tangan memutar. Gunakan tampah seperti gambar dibawah ini
 



Kemudian dengan gerakan tangan memutar persis seperti metode memotong gerakan tangan pelet diputar-putar diatas tampah seperti gambar bawah.. 



Hasil yang didapat yaitu pelet besar yang berada diatas tampah dan pelet kecil yang berada dibawah tampah. pelet kecil ini bisa digunakan untuk bibit lele yang lebih kecil lagi.






Semoha informasi ini bisa bermanfaat buat petani ikan yang mencoba membuat peley ikan sendiri. 
Terima Kasih :-)

0 komentar:

Posting Komentar