Rabu, 26 November 2014

Budidaya ikan lele dengan kolam drum alternatif ala Randi Farm (sederhana, pengurasan air kolam cepat, ikan sehat, pakan murah, tanpa obat,hormon dan probiotik)


Budidaya ikan lele yang intensif namun tetap sederhana menjadi acuan para pembudidaya lele baik pemula ataupun yang sudah berkecimpung lama. Harga ikan lele yang semakin meningkat dikarenakan stok ikan lele yang masih belum terpenuhi pasar menjadi peluang tersendiri budidaya ikan lele. Dewasa ini stok ikan lele semakin terbatas dikarenakan harga pakan yang melambung tinggi namun tidak diimbangi harga penjualan yang baik ditingkat petani. Peluang ini masih terbuka lebar bagi para petani yang ingin membudidaya ikan lele.
Setelah kami melakukan uji coba pembuatan pelet agar bisa mengapung. Kami melakukan uji coba tehnik budidaya ikan intensif dengan memanfaatkan drum sebagai kolam. Ada beberapa pertimbangan yang kami lakukan dalam uji coba ini yaitu.
  1. Kolam bundar. Kolam bundar sudah menjadi tehnik budidaya ikan yang sudah terbukti lebih baik dibandingkan kolam bentuk lain. Kolam bundar tanpa sudut sehingga membentuk aliran air yang memutar, keunggulannya dari uji coba kami yaitu kolam bundar mengumpulkan kotoran dan sisa pakan ikan sehingga berada ditengah. Hal ini tidak terjadi di kolam segi empat. Dengan membuat pengeluaran ditengah memudahkan proses pengurasan air kolam.

  2. Air bersih jauh lebih baik dibandingkan air lama yang diberi banyak perlakuan. Kami lebih mengutamakan pergantian air yang baru dibandingkan dengan perlakuan air yang sering menyebabkan ketidak stabilan kondisi air. Air bersih lebih banyak mengandung oksigen yang diperlukan oleh ikan sehingga ikan lele tidak cepat stress. Air bersih mengurangi penyebaran penyakit oleh ikan lele. Sudah kami buktikan ikan lele yang terserang jamur tidak menular kepada ikan lain. Dan jika memang ikan yang sakit mati, tidak menularkan penyakit ke ikan lain. 

  3. Pakan yang murah namun berprotein tinggi. Kami mencoba sesederhana mungkin dengan membuat pakan hanya dari ikan rucah segar yang digiling, lalu dicampur aci kemudian direbus. Sehingga pakan ikan yang digunakan dalam bentuk pasta yang kami padatkan dan tenggelam. Ikan lele makan dengan lahap walau dalam kondisi tenggelam, perut ikan gendut dan ikan lincah. 
  4. Oksigen tinggi didalam kolam. Dengan seringnya pergantian air maka kandungan oksigen didalam kolam tinggi, sehingga ikan akan jauh lebih sehat, tidak cepat stress. Kami juga menambahkan aerator sederhana didalam kolam.
Pembuatan kolam
  1. Kami membuat kolam drum biru dari drum bekas dengan volume 220 liter. Kami potong menjadi dua sehingga bisa dijadikan dua kolam. Kolam drum lebih simpel karena bisa dipindah-pindah dan ringan.
  2. Pengeluaran kami buat ditengah dengan ukuran pipa pengaluaran 2 inci. Tujuannya agar air yang keluar bisa lebih cepat. Pembuangan ditengah agar menampung kotoran dan sisa pakan sehingga saat pengeluaran akan langsung terbuang. 
  3. Ketinggian air sekitar 40 cm dan diatas drum diberi stremin untuk menghindari ikan lele yang melompat keluar. 
  4. Dengan model kolam seperti ini kami pengeluaran air hanya berlangsung sekitar 1 menit. Sehingga proses penambahan air  hanya 3 menit (kecepatan air keran biasa dan namun tergantung juga kecepatan debit air yang masuk). Jika ditambah dengan pengeluaran air total pengurasan air kolam hingga didapat air baru dan segar hanya 4 menit. 





Pemberian pakan
  1. Pakan yang kami berikan dalam bentuk pasta dan padat. Komposisi hanya daging ikan giling dan aci yang sudah direbus. Sehingga bentuk pasta kenyal didapat. Dengan hanya menggunakan ikan giling serta aci aroma pakan amis dan sangat disukai ikan lele. Perebusan ditujukan untuk menambah aroma pakan dan sterilisasi pakan.
  2. Pakan dalam bentuk pasta memang cepat hancur sehingga saat diberikan kedalam kolam akan menyebabkan  pakan menyebar. Namun kondisi ini sangat menguntungkan untuk waktu makan ikan lele. Kondisi air yang tercampur pakan menyebabkan air kolam sudah mengandung pakan ikan. Ikan lele tinggal membuka mulutnya dan akan makan. Sehingga semua ikan akan memakan tujuannya agar terjadi keseragaman.
  3. Tehnik pemberian pakan. Pakan diberikan kedalam kolam dalam bentuk pasta. Ikan lele akan berebut makan dalam bentuk padatan namun ada juga pakan yang menyebar sehingga kolam akan mengandung pakan. Biarkan selama 1 jam agar semua ikan lele makan sampai kenyang. Setelah satu jam segera mengganti air dengan cara membuang air yang lama dan mengandung sisa pakan dengan air baru yang lebih fresh. Sehingga dengan pergantian air ini, ikan lele makan kenyang dan kondisi air juga segar. 
Video pemberian pakan ikan pasta kolam drum ala randi farm

Video sirkulasi kolam yang cepat dan sederhana

Penampakan ikan lele setelah pemberian pakan dan pergantian air. Ikan lele gemuk, warna cerah, dan sehat.












Dengan metode ini kami memberikan pakan buatan yang murah, tidak harus dalam bentuk pelet mengapung, tanpa perlakuan obat, tanpa perlakuan probiotik lainnya. Hanya beprinsip menstabilkan kandungan oksigen didalam kolam. Semoga informasi ini bisa bermanfaat. 
Terima kasih

14 komentar:

yudhistyan hanif rahmawan mengatakan...

airnya setiap4 menit di buang?

Anonim mengatakan...

Penambahan oksigen nya di kotor air terus menerus?

Mohammad Yusuf mengatakan...

@hanif : air diganti setelah pemberian pakan..1 jam setelah pergantian pakan...bukan setiap 4 menit..karena 1 jam setelah pemberian pakan air akan berubah dan kotor..sehingga harus diganti air baru.. :-)
@Anonim : Penambahan oksigen bisa dari aerator dan yang paling penting saat pergantian air setelah 1 jam pemberian pakan ke ikan.

yudhistyan hanif rahmawan mengatakan...

tetep 3 kali sehari pakannya?

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Hanif : sesuai kebiasaan pembudidaya...saya biasa kasih makan pagi, sore dan malam...waktu diman kita bisa melakukan aktivitas lain sebelum berangkat kerj dan setelah pulang kerja :-)

Anonim mengatakan...

kalau kolamnya besar boros air dong bang...

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Anonim : Oleh karena itu..saya membuat dari drum kecil...supaya pergantian air cepat dan bisa lebih intensif...saya ingin petani pemula belajar dari kecil dulu...diambil keuntungannya..krn skrg budidaya lele semakin langka akibat kerugian dari pakan mahal, kematian tinggi. Saya ingin pembudidaya menerapkan sistem yang sederhana tapi menguntungkan...pola pergantian air adalah teknis yang lebih menguntungkan daripada membengkaknya biaya pakan dan berkurangnya hasil panen karena kematian..

Didim Prihadi mengatakan...

mungkin biaya budidaya akan tinggi.
biaya yg pasti diantaranya drum biru, pipa pvc, mesin aerator, biaya air per meter kubik air (krn sering ganti air), biaya listrik perbulan.
kapasitas air per drum 100 liter isi lele max 10 ekor ukuran 100 gram/ekor. jadi 1 drum hanya menghasilkan 1 kg lele saat panen.
harga lele perkilo rp 15.000. budidaya selama 3 bulan.
potong biaya pakan, listrik, air, abk.
brp untungnya tiap drum?
maap ini hanya pendapat saya saja.
sementara menurut saya lebih cocok untuk hobi dan penelitian.

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Didim : Terima kasih atas masukkannya...biaya operasional lain masih kami hitungkan...fokus kami membuat sistem seperti ini adalah ikan lele sehat (mengurangi jumlah kematian, jangan sampai lebih dari 5%), ikan makan pakan yang diberikan lebih murah dibandingkan pakan pabrikan, kepadatan tebar...saat ini kami masih uji coba dengan kepadatan 125 ekor kematian 2 ekor...analisa dari saudara didim hanya berisi 10 ekor dalam drum tersebut mohon maaf kurang tepat..dengan air yang bersih, kepadatan tebar bisa ditambahkan..kami buktikan dengan kepadatan 125 ekor..akan mendapatkan panen 12,5 kg (jika tanpa kematian, dan panen 10 ekor/kg)..fokus kami masih di 125 ekor dan sejauh ini..terbukti ikan sehat, perut penuh, warna cerah...jika memang berhasil akan kami tambahkan sampai ke 300 ekor dengan panen 30 kg bahkan sampai 500 ekor...tapi perlu proses. Akan selalu kami update perkembangannya..terima kasih :-)

Bachrum mengatakan...

keren... banyak yang sudah menerapkan secara besar2an, bisa di cari di youtube, namun pengalaman pribadi yang paling penting dan harus dengan perhitungan yang matang agar bisa lebih efektif dan efisien.

secara pribadi saya pernah ternak lele sebanyak 20.000 ekor, namun mengalami kerugian yang besar. mungkin cara sederhana ini bisa saya coba... tq informasinya dan ditunggu updatenya.

candra amirrullah mengatakan...

apakah kolam tersebut juga bisa dipakai pada saat awal tebar benih yang ukurannya sekitar 5-10cm?

liseum mengatakan...

Tolong Boss ksih analisa budidaya lele dalam tong, supaya sama-sama fair. Apakah menguntungkan atau baru experimen. @Trims Prabowo JOgja

29second mengatakan...

Keren Gan, Tak Sabar untuk mencoba... Thx info nya, dan ditunggu Update lainnya

yoyok mariawan mengatakan...

Boros air om

Posting Komentar