Jumat, 21 November 2014

Membuat pelet ikan mengapung dengan metode fluktuasi suhu.






Pelet ikan yang mengapung sudah menjadi tehnik utama pemberian pakan ikan yang efektif dan effisien. Hampir semua pelet pabrikan sudah menerapkan pelet ikan apung untuk standar pemberian pakan kepada ikan. Sebelumnya saya memberikan informasi membuat pelet ikan menjadi terapung dengan campuran komposisi bahan pengapung seperti onggok, ampas tahu, tongkol jagung.
Setelah penggalian informasi dan uji coba langsung saya berhasil membuat pelet ikan menjadi terapung dengan metode fluktuasi suhu. Sehingga tanpa harus menggunakan bahan-bahan pengapung, pelet yang dibuat tetap bisa mengapung.
Apa itu fluktuasi suhu??
Prinsip awal saya mencoba menggali informasi bahwa syarat suatu bahan bisa mengapung jika berat jenisnya lebih rendah dari berat jenis air yaitu 1 g/cm³ atau 1000 kg/m³. Dalam suatu penelitian pembuatan pelet bebek yang saya baca dengan perlakuan penyimpanan terjadi pengurangan berat jenis dari suatu pelet yang diujicobakan. Pengurangan berat jenis terjadi karena pelepasan uap air dari pelet ke lingkungan ruang penyimpanan. Dalam penelitian tersebut diinfokan bahwa pakan pelet yang mengalami penyimpanan akan dipengaruhi oleh kadar air bahan akibat dari perubahan suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan. Kondisi fluktuasi suhu dan kelembapan akan membantu kelancaran proses penyerapan dan penguapan uap air dari bahan yang disimpan, karena pengecilan ukuran partikel oleh suhu dan kelembapan , akan memperluas permukaan bahan yang disimpan. ( Sumber : Syarif R dan Halid , H. 1993. Teknologi penyimpanan pangan. Kerja sama dengan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. Penerbit Arca. Jakarta).
Sederhana sesuai apa yang saya tangkap adalah perubahan suhu dan kelembapan ruangan penyimpanan dari panas ke dingin menyebakan terjadi pengurangan berat jenis dari pelet. Berdasarkan dari pemikiran tersebut saya membuat pelet dengan metode fermentasi dan penyimpanan di lemari es.
Langkah- langkah pembuatan

  1. Saya membuat pelet hanya menggunakan dua bahan baku yaitu daging giling dan dedak dengan takaran 1 kg daging giling basah (bukan tepung ikan) dan 2 kg dedak. Takaran ini sudah cukup untuk membuat pelet menjadi keras dan padat tanpa perlu dicampurkan ke dalam air.  Saat pencampuran saya memberikan probiotik New Mapp Agro (probiotik bisa dengan merek lain), tujuannya sebagai agen fermentasi didalam pelet yang dibuat. Fermentasi diperlukan untuk menghasilkan gas dan panas didalam pelet. 

  2. Pelet dicetak dan difermentasi selama dua hari. Selama proses fermentasi akan terjadi panas didalam pelet yang disimpan. Pelet saya simpan didalam ember hitam tertutup namun tetap ada udara masuk. INGAT PELET DICETAK DAHULU BARU DISIMPAN/ DIFERMENTASI (jangan dibalik)

  3. Setelah dua hari di fermentasi dalam keadaan masih hangat saya simpan didalam lemari es selama 1 malam untuk menurunkan suhu didalam pakan yang difermentasi. Dengan adanya perubahan suhu akan menyebabkan berat jenis pelet akan berkurang.
  4. Setelah satu malam dilemari es, pelet saya uji coba dilemparkan kedalam air dan hasilnya pelet mengapung cukup lama sampai 1 menit lebih.





 Video uji coba pelet ikan mengapung dengan metode fluktuasi suhu

Silahkan mencoba dengan tehnik yang sudah saya uji cobakan, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk petani ikan yang mencoba membuat pelet ikan sendiri. 
Terima kasih :-)

9 komentar:

Anonim mengatakan...

ikannya mana?

Mohammad Yusuf mengatakan...

hanya uji coba daya apungnya..

nisa mengatakan...

kl dagingnya di ganti keong sawah bisa gak ya?

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Nisa : Bisa saja..tapi perlu dicoba dahulu.

Abu Hadid mengatakan...

Kami alhamdulillah bisa membuat biskuit pakan ikan mengapung berhari hari tanpa mesin apapun, dengan teknologi sederhana. Info lebih lanjut, hubungi surabayer@yahoo.de (Laboratorium Bioteknologi Pakan Ternak, BPPT, Puspiptek, Serpong).

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Abu : Alhamdulillah...salah satu peran pemerintah selain kebijakan yaitu sosialisasi teknologi tepat guna untuk masyarakat. Mohon diberi link supaya masyarakat bisa mengetahui teknologi tepat guna tersebut. Terima kasih

Abu Hadid mengatakan...

iya, terima kasih responnya, silakan dilihat satu video kami di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=gnLLGtNwvcE
Bagi yang berminat, kami sangat senang bila bisa membantu. Tujuan kami adalah menyejahterakan peternak, dan memandirikan bangsa.... Kontak kami di: surabayer@yahoo.de

Mohammad Yusuf mengatakan...

@Abu Hadid : Subhannallah..terima kasih banyak. saya ingin mencoba teknologi ini dan saya aplikasikan ke petani. Sebagai bahan postingan kami disini. :-)

Abu Hadid mengatakan...

Senang jika teknologi ini bisa tersebar luas, kami lembaga pemerintah yg memang menjadi tugas pokok kami menjadikan teknologi ini dapat diaplikasikan seluas-luasnya kepada masyarakat. Kami sudah digaji dgn pajak rakyat, jadi tugas dan kewajiban kami menyejahterakan masyarakat melalui teknologi.

Posting Komentar